MALANG, NETRALNEWS.COM - Tim Milkrowave dari BINUS University terus mengembangkan inovasi Smart Milk Box berbasis Internet of Things (IoT) untuk membantu pengendalian mutu dan keamanan pangan susu pasteurisasi. Program PKM-PI ini dilaksanakan bersama mitra UMKM Janji Susu Malang pada 21 Agustus 2026 sebagai upaya menghadirkan sistem penyimpanan dan distribusi susu yang lebih terukur. PKM-PI merupakan Program Kreativitas Mahasiswa di bawah naungan Kemdiktisaintek dalam bidang Penerapan IPTEK. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui implementasi ilmu pengetahuan serta teknologi yang siap pakai di masyarakat. Milkrowave merupakan tim multidisipliner yang melibatkan mahasiswa dari Business Management Online Learning Program, Computer Science, dan Food Technology. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi yang mengintegrasikan pengendalian suhu, keamanan pangan, pengawasan mutu, dan manajemen operasional. Inovasi Smart Milk Box dikembangkan untuk menjawab persoalan pengendalian suhu selama penyimpanan dan distribusi susu pasteurisasi. Sebelumnya, kondisi suhu dalam proses distribusi belum dapat dipantau secara kontinu dan real-time, sehingga perubahan suhu berpotensi memengaruhi kondisi produk. Melalui pengembangan teknologi tersebut, Smart Milk Box kini telah mampu menjalankan kontrol suhu dengan memanfaatkan sensor dan sistem coding yang telah dirancang. Kondisi suhu selama distribusi dapat dipantau secara lebih terukur, sekaligus memberikan informasi apabila terjadi perubahan suhu yang memerlukan perhatian. Sistem Smart Milk Box dilengkapi dengan sejumlah komponen teknologi, seperti ESP32, sensor DS18B20, OLED, buzzer, dan battery shield. Perangkat tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi Blynk IoT untuk membantu proses pemantauan suhu selama produk berada dalam tahap penyimpanan maupun distribusi. Dalam penerapan sistem pengendalian keamanan pangan Milkrowave, suhu penyimpanan dan distribusi ditargetkan tetap berada pada suhu maksimal 4 derajat Celsius sebagai bagian dari Operational Prerequisite Program (OPRP) cold chain. Pengendalian suhu yang lebih terukur diharapkan dapat membantu mempertahankan kondisi susu selama perjalanan distribusi. Kemajuan teknologi ini diharapkan dapat membantu UMKM Janji Susu Malang mengurangi risiko penurunan mutu dan terjadinya defect produk selama proses distribusi. Dengan adanya sistem pemantauan, perubahan kondisi suhu dapat diketahui sehingga dapat menjadi dasar untuk melakukan tindakan korektif dan evaluasi terhadap proses distribusi. Pengembangan Milkrowave tidak hanya berfokus pada teknologi pendinginan. Tim juga mengembangkan sistem pencatatan dan pemantauan data operasional secara digital yang mencakup informasi produksi, stok, penjualan, pengeluaran, distribusi, hingga feedback konsumen. Pencatatan data secara terstruktur tersebut diharapkan dapat membantu mitra dalam memantau kondisi operasional usaha secara lebih menyeluruh. Data yang dikumpulkan dapat menjadi bagian dari sistem manajemen yang mendukung pengambilan keputusan berdasarkan kondisi operasional yang tercatat. Dari aspek keamanan pangan, Milkrowave menerapkan pendekatan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam pengendalian proses produksi. Pasteurisasi ditempatkan sebagai Critical Control Point (CCP), sedangkan pengendalian rantai dingin dan higiene menjadi bagian dari sistem pengendalian keamanan pangan. Evaluasi mutu susu juga dilakukan melalui pengamatan tingkat keasaman atau pH serta Total Plate Count (TPC). Kedua parameter tersebut digunakan untuk mengevaluasi kondisi mutu produk dari aspek karakteristik kimia dan mikrobiologis. Selama tahap pemantauan, penggunaan Smart Milk Box menunjukkan kondisi produk yang lebih terkontrol, dengan parameter mutu susu dan pertumbuhan mikroba yang cenderung stabil berdasarkan pengamatan yang dilakukan. Melalui program PKM-PI ini, mahasiswa BINUS University membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari sinergi yang inklusif dan kolaborasi lintas disiplin bersama mitra usaha. Di bawah bimbingan Ahmad Fikron Maulida, S.E., M.M. sebagai dosen pendamping, tim yang diketuai Jessyca Andreana bersama Bilqis Adilla Dacinta Cindy Aulia, Fabiano Salmaen Intama, Hanifa Az Zahra Anwar, dan Luisa Gratia Eva Puspita menunjukkan semangat mahasiswa BINUS dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi. Pada akhirnya, PKM-PI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk bergerak bersama mitra usaha dan menciptakan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bangsa.