PURBALINGGA - Festival Kentongan 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menarik antusiasme luar biasa dari warga masyarakat, di Alun-alun Purbalingga, Sabtu malam (29/8/26). Konsep baru yang diterapkan selama dua tahun terakhir membuat penonton dapat menikmati pertunjukan dari berbagai penjuru. Kentongan dikemas lebih modern dan atraktif, dipadukan dengan musik, nyanyian, serta tarian dengan beragam tema, mulai dari semangat kemerdekaan hingga kampanye sosial. Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan festival yang menjadi puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Purbalingga ini tidak hanya menjadi ruang bagi seniman untuk berkembang, tetapi juga diharapkan mendorong perekonomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pelaku kuliner di sekitar alun-alun. Dalam kompetisi tersebut, Citra Nada meraih Juara 1, disusul Balamoeda sebagai Juara 2 dan Kholokathung sebagai Juara 3. Sementara Soul Play, Irama Sabuk Wulung, dan Pablo masing-masing meraih Juara Harapan 1, 2, dan 3. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menilai tingginya antusiasme warga terjadi karena sudah cukup lama tidak ada gelaran ajang besar di wilayah tersebut. "Mohon doanya Kabupaten Purbalingga semakin maju dan sejahtera masyarakatnya. Antusias ini mungkin karena sudah lama tidak ada event di Kabupaten Purbalingga. Insyaallah alun-alun Purbalingga akan terus kita isi dengan kegiatan. Bulan Desember nanti kita akan selenggarakan lagi Purbalingga Music Festival," ujar Bupati Fahmi saat memberikan Berbagai. Saat ditanya mengenai siapa pengisi acara yang diinginkan warga untuk festival musik mendatang, riuh penonton menyiarkan berbagai nama grup musik ternama. "Pengen dihadirkan siapa ini? NDX, Dewa, Sheila on 7, Tulus, atau Saleho? Ya mudah-mudahan kita akan datangkan yang terbaik di bulan Desember nanti," terang Bupati. Festival kentongan tahun ini menghadirkan 10 grup yang menyuguhkan pertunjukan berkonsep lebih segar dan inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Festival kentongan ini yang insyaalloh mudah mudahan jauh lebih menarik dari pada tahun sebelumnya, karena tidak hanya menampilkan festival kentongan, tapi banyak variasi berbagai inovasi, mudah mudahan memberi warna baru bagi festival kentongan di kabupaten Purbalingga,” imbuhnya. Adapun, selama pelaksanaan Festival Kentongan, para penampil tidak hanya memadukan ritme tabuhan bambu tradisional, tetapi juga membawakan teatrikal perjuangan membela kemerdekaan, pesan cinta tanah air, hingga kombinasi lagu perjuangan, musik modern, dan lagu-lagu ambyar. (***) Aji Setiawan