JAKARTA - TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberikan penanganan medis kepada korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui operasi yang dilakukan di atas KRI dr. Soeharso-990 pada Sabtu (22/8). Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, tindakan operasi tersebut dilakukan untuk membantu korban memperoleh pemulihan secara optimal. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Tunggul mengatakan salah satu korban yang mendapat penanganan bernama Arnol Dus. "Arnol Dus mengalami musibah pada 15 Agustus 2026 setelah dinding rumahnya roboh dan menimpa dirinya karena gempa bumi 7,7 SR. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bahu kiri dan patah tulang panggul," kata Tunggul. Setelah mengalami cedera akibat gempa, Arnol kemudian dibawa ke KRI dr. Soeharso-990 untuk mendapatkan perawatan. Sesampainya di kapal, korban langsung diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh Lettu Laut (K) dr. Aditya Firmansyah untuk memperoleh penanganan medis awal. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, korban kemudian mendapat tindakan operasi yang dilakukan oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT., dokter spesialis ortopedi TNI AL. "Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, korban kemudian ditangani dan dioperasi oleh Letkol Laut (K) dr. Pieter Giarso, Sp.OT. yaitu dokter spesialis ortopedi yang dimiliki oleh TNI AL," jelas Tunggul. Operasi yang dimulai pada pukul 08.00 WIT tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Tunggul menyebut keberhasilan penanganan medis itu menjadi salah satu bentuk komitmen TNI AL dalam membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT. Ia memastikan KRI dr. Soeharso-990 akan tetap berada dalam posisi siaga di sekitar wilayah terdampak gempa. Kapal tersebut akan digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.