BEKASI, NETRALNEWS.COM— Di tengah derasnya arus destinasi wisata baru yang bermunculan, Taman Saung Aki Bekasi tetap berusaha menjaga eksistensinya. Berbekal suasana alami dan konsep edukatif, taman ini menjadi alternatif rekreasi keluarga yang sederhana namun penuh makna. Kini, upaya mempertahankan keberadaan Taman Saung Aki mendapat dorongan baru dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Dipimpin oleh Nanang Kohar, S.H., M.M., bersama Kurniawan Prambudi Utomo, S.E., M.M., serta sejumlah mahasiswa, kegiatan ini hadir bukan sekadar memberi pelatihan, melainkan membuka jalan agar Taman Saung Aki mampu menembus ruang digital. Pendampingan dilakukan dengan mengajarkan pengelola cara mengemas informasi menjadi konten promosi yang menarik, informatif, dan mudah diakses. Menjaga Eksistensi di Era Digital Lilis, pemilik sekaligus pengelola Taman Saung Aki, menyadari tantangan besar yang dihadapi. “Kami ingin Saung Aki tetap dikenal, bukan hanya oleh warga sekitar, tetapi juga masyarakat luas,” ujarnya. Harapan itu dijawab dengan strategi promosi digital berkelanjutan. Mahasiswa UBSI membantu membuat materi promosi, mendokumentasikan kegiatan, dan melatih penggunaan media sosial agar lebih konsisten. Pendampingan ini diarahkan pada pemanfaatan kanal digital yang mampu memperluas jangkauan informasi. Mulai dari menampilkan daya tarik wisata, aktivitas edukatif, hingga suasana lokasi, semua dikemas agar lebih mudah menjangkau calon pengunjung. Kegiatan PKM ini juga melibatkan Pokdarwis yang diwakili Iwan, berperan sebagai penghubung komunikasi antara tim akademisi dan pengelola. Ketua Tim PKM, Nanang Kohar, menegaskan bahwa promosi digital bukan sekadar memperkenalkan tempat, tetapi membangun komunikasi yang konsisten dengan calon pengunjung. “Kami berharap pengelola Taman Saung Aki semakin memiliki kemampuan untuk mengelola promosi secara mandiri, kreatif, dan berkelanjutan,” katanya. Dengan dukungan UBSI, Taman Saung Aki kini memiliki peluang lebih besar untuk tetap eksis di tengah persaingan destinasi wisata. Optimalisasi promosi digital diharapkan mampu meningkatkan awareness, menarik minat masyarakat, dan mendatangkan lebih banyak kunjungan. Dalam jangka panjang, keberlanjutan Saung Aki bukan hanya soal menjaga wisata, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga sekitar. Bagi UBSI, kegiatan ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Bagi Saung Aki, ini adalah langkah penting agar tetap bertahan, relevan, dan dikenal sebagai wisata edukatif yang beradaptasi dengan zaman.