LABUAN BAJO - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengingatkan wisatawan agar tetap mengutamakan aspek keselamatan saat berkunjung ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di tengah proses pemulihan aktivitas pariwisata setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung menyampaikan bahwa aktivitas pariwisata memang mulai berjalan kembali secara bertahap. Meski demikian, keselamatan wisatawan, masyarakat, dan pelaku usaha pariwisata tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahap pemulihan. “Pemulihan aktivitas wisata di sejumlah wilayah merupakan perkembangan positif. Namun, wisatawan tetap perlu melihat kondisi masing-masing destinasi karena situasinya berbeda-beda,” ujar Andhy dalam keterangan yang diterima di Kupang, NTT, Minggu. Menurut Andhy, kewaspadaan masih diperlukan karena gempa susulan terus terjadi. Hingga Sabtu (29/8) pukul 17.00 Wita, jumlah gempa susulan yang tercatat sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026 telah mencapai 9.488 kali. Oleh sebab itu, wisatawan diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, mematuhi arahan petugas maupun pengelola destinasi, serta menghindari kunjungan ke kawasan yang masih ditutup atau belum mendapatkan status aman. BPOLBF menegaskan bahwa pemulihan sektor pariwisata tidak berlangsung seragam di seluruh wilayah Flores. Kondisi setiap destinasi dapat berbeda sehingga wisatawan perlu memastikan status dan kesiapan lokasi tujuan sebelum melakukan perjalanan. Selain memeriksa status destinasi, wisatawan juga dianjurkan mengecek kondisi akses transportasi, termasuk jalan, pelabuhan, penerbangan, dan akomodasi. Kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan pengelola destinasi maupun otoritas setempat juga menjadi hal penting selama masa pemulihan. Untuk memperoleh informasi yang akurat, wisatawan disarankan memantau pembaruan dari BPOLBF, pemerintah daerah, pengelola destinasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pengelola bandara, serta instansi terkait lainnya. BPOLBF juga mengimbau wisatawan agar tidak memaksakan diri mengunjungi destinasi yang masih ditutup atau sedang menjalani proses verifikasi hingga dinyatakan aman untuk dikunjungi. Khusus bagi wisatawan yang ingin melakukan kegiatan laut dan olahraga air, perhatian terhadap kondisi cuaca, tinggi gelombang, serta kecepatan angin menjadi hal yang wajib dilakukan. Wisatawan juga diminta mengikuti petunjuk petugas sebelum memulai aktivitas. Apabila terjadi gempa susulan, wisatawan diharapkan tetap tenang dan segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai arahan yang diberikan oleh petugas maupun pengelola destinasi. Andhy menambahkan bahwa BPOLBF terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan Flores. Informasi terbaru akan terus diperbarui berdasarkan hasil koordinasi serta verifikasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Melalui pemantauan yang berkesinambungan, koordinasi lintas sektor, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, aktivitas wisata di kawasan yang telah dinyatakan aman diharapkan dapat kembali berjalan secara bertahap, aman, dan bertanggung jawab.