SEMARANG, NETRALNEWS.COM–Jawa Tengah menempati posisi teratas secara nasional dalam pendapatan dari wisata alam komersial. Riset CNBC Indonesia Research menunjukkan pencapaian ini sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di provinsi ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan pariwisata di wilayahnya menitikberatkan pada keterpaduan antarwilayah atau aglomerasi dan penguatan desa wisata. “Selain meningkatkan kunjungan, ini juga berkontribusi pada pertumbuhan sektor pariwisata dan pendapatan asli daerah,” ujarnya di kantornya, baru baru ini. Beberapa kawasan aglomerasi pariwisata di Kabupaten Semarang dan Magelang menjadi fokus pengembangan. “Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawa Pening. Kita punya seribu desa wisata,” kata Ahmad Luthfi. Pengembangan desa wisata dilakukan bertahap dan berjenjang. Desa yang awalnya berskala lokal diarahkan naik kelas menjadi destinasi regional hingga internasional. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota menetapkan sejumlah desa wisata melalui surat keputusan kepala daerah sebagai dasar pembinaan dan pengembangan. Selain wisata alam dan sejarah, Pemprov mendorong diversifikasi pariwisata, termasuk wisata kuliner, budaya, dan wisata ramah muslim, untuk memperluas segmentasi pasar. Badan Pusat Statistik mencatat, kunjungan wisatawan Nusantara ke Jawa Tengah pada 2024 mencapai 68,88 juta orang, naik 22 persen dibanding 2023. Kunjungan wisatawan mancanegara naik 28 persen menjadi 593.168 orang. Destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng tetap menjadi magnet utama wisatawan ke Jawa Tengah.