YOGYAKARTA NETRALNEWS.COM - Lahir di Yogyakarta pada 12 Agustus 1972, drh. Henny E. Anggraeni, M.Sc. telah berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa berkarir di dunia Paramedik Veteriner sekaligus menjadi pemimpin. Perjalanannya dimulai dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, tempat ia menempuh pendidikan tinggi dan menimba ilmu. Keputusannya untuk terjun ke dunia veteriner tidak lepas dari pengaruh keluarga, terutama pamannya yang pernah menjabat sebagai Direktur Kebun Binatang Ragunan. Sejak kecil, ia memperhatikan bagaimana sang paman menangani hewan, yang menurutnya merupakan pekerjaan menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Namun, jalannya tidak selalu lurus menuju dunia akademik. Setelah lulus, sebelum menjadi dosen, ia sempat bekerja di bidang quality assurance di KFC, sebuah pengalaman yang memperkaya wawasannya tentang keamanan pangan berbasis produk hewani, karena pengalaman tersebut, membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di Jepang, sekaligus menemani sang suami di sana. Selama empat tahun di Negeri Sakura, satu tahun ia habiskan untuk belajar bahasa dan dua tahun menempuh pendidikan Biological Science, sebuah bidang yang tetap selaras dengan keahliannya dalam dunia veteriner dan pangan. Perempuan di Dunia yang Didominasi Laki-laki Dunia kedokteran hewan kerap didominasi oleh laki-laki, terutama dalam penanganan hewan besar seperti sapi dan kuda. Namun, bagi drh. Henny, tantangan ini justru menjadi pemacu semangat. Ia menyadari bahwa secara fisik, perempuan mungkin memiliki keterbatasan dibanding laki-laki. Tetapi, ia membuktikan bahwa kerja cerdas dan tekad yang kuat dapat mengatasi segala hambatan. Hal ini juga terbukti saat ia bekerja di Quality Assurance, dimana pernah ia alami ke peternakan jam tiga pagi hanya untuk melihat secara langsung penyembelihan ayam di sana, apakah sudah sesuai dengan syariat agama islam atau belum, suatu hal yang cukup berani bagi seorang perempuan. Selain itu, pengalaman tersebut juga membuatnya semakin yakin akan peran penting dokter hewan dengan keterlibatan langsungnya dalam memastikan bahwa bahan makanan hewani aman dan halal dikonsumsi oleh masyarakat. Bahkan, usahanya bersama tim akhirnya berhasil mendapatkan label halal dari MUI untuk KFC, sebuah pencapaian yang menurutnya sangat membanggakan. Membangun Program Studi Paramedic Veteriner di IPB University Setelah menempuh pendidikan magister di Jepang, tahun 2011 menjadi titik balik dalam perjalanan karier drh. Henny. Saat itu, Program Studi Paramedic Veteriner (PVT) di Sekolah Vokasi IPB University baru didirikan. Ia dipercaya untuk ikut membangun prodi ini, sekaligus mengemban peran sebagai sekretaris kaprodi. Bersama rekan-rekannya, ia bekerja keras merancang kurikulum dan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dedikasinya di dunia akademik terus berlanjut. Pada tahun 2018, ia dipercaya menjadi Ketua Komisi Konseling di Sekolah Vokasi IPB University. Hingga akhirnya, pada tahun 2020, ia resmi diangkat sebagai Kepala Program Studi Paramedik Veteriner menggantikan drh. Gunanti, yang saat itu ditunjuk sebagai Direktur Rumah Sakit Hewan IPB University. Menjadi perempuan di posisi kepemimpinan tentu bukan hal mudah. Namun, drh. Henny membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin dengan baik. Salah satu pencapaiannya yang paling membanggakan adalah menaikkan status PVT dari Diploma 3 menjadi Diploma 4, sebuah langkah besar dalam peningkatan kualitas pendidikan di prodi tersebut sekaligus sangat berarti bagi para lulusan. Selain itu, ia terus melakukan perubahan kurikulum agar lebih selaras dengan kebutuhan industri. Keseimbangan antara Karier dan Keluarga Di balik kesuksesannya sebagai akademisi sekaligus kepala program studi, drh. Henny juga seorang istri dan ibu yang luar biasa. Dukungan penuh dari suami dan anak-anaknya menjadi faktor penting yang membuatnya tetap bersemangat. Ia selalu berusaha menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga dengan cara mengatur waktu secara efektif dan tidak menunda pekerjaan. Bagi drh. Henny, keberhasilannya tidak hanya diukur dari jabatan yang ia raih, tetapi juga dari bagaimana ia bisa mendukung suami hingga menjadi Wakil Rektor di IPB University serta mengantarkan kedua anaknya hingga meraih gelar magister dan sukses dalam karier mereka. Pesan bagi Perempuan Muda di Dunia Veteriner Sebagai seorang pemimpin dan pendidik, drh. Henny memiliki visi besar untuk Program Studi Paramedic Veteriner. Ia ingin menjadikannya prodi unggulan di tingkat nasional maupun internasional, dengan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga soft skill yang kuat dan siap bersaing di dunia kerja. Kepada para perempuan muda yang ingin meniti karier di dunia veteriner atau bahkan menjadi pemimpin di dunia akademik, ia berpesan: “Perempuan harus memiliki integritas yang tinggi, berpikiran terbuka, serta selalu siap berinovasi. Perempuan juga bisa berkontribusi besar di dunia kedokteran hewan dan akademik, perempuan harus terus maju,” ujarnya. Perjalanan drh. Henny E. Anggraeni, M.Sc., membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang hebat di bidang apa pun, termasuk di dunia veteriner yang masih banyak didominasi oleh laki-laki. Dengan kerja keras, kecerdasan, dan semangat pantang menyerah, ia berhasil berkarir di dunia akademik dan industri. Melalui kepemimpinannya, ia tidak hanya membangun Program Studi Paramedic Veteriner menjadi lebih unggul, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda untuk tidak takut mengejar mimpi dan meraih posisi kepemimpinan di bidangnya masing-masing.