JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dark Nuns hadir sebagai sekuel/spin-off The Priests (2015) dengan protagonis unik: Suster Junia (Song Hye-kyo), seorang eksorsis yang lebih mirip pemburu setan badass. Dengan rokok di tangan dan air suci satu jeriken, ia menghadapi iblis sambil menantang sistem patriarki gereja. Film ini mempertahankan formula pendahulunya, tetapi lebih atmosferik dengan sinematografi megah dan nuansa horor yang mengganggu tanpa jumpscare murahan. Sayangnya, naskahnya terlalu ambisius, membuat beberapa plot terasa mentah. Namun, perpaduan agama, klenik, dan medis dalam eksorsisme menjadikannya segar dan penuh makna. Film Korea Dark Nuns mungkin tidak menakutkan secara visual, tetapi narasinya mampu menghadirkan ketegangan yang mengesankan. Dialog yang berani dan penuh sindiran dari karakter iblis terhadap para suster dan pastor menjadi salah satu daya tariknya. Namun, film ini memiliki kekurangan, terutama dalam sub-plot yang terlalu banyak, membuat fokus penonton terbagi. Endingnya juga terasa dipaksakan, seolah memaksa penonton menerima berbagai elemen yang tiba-tiba muncul. Secara keseluruhan, Dark Nuns kurang menegangkan dan justru terbantu oleh akting anak yang kesurupan serta Jeon Yeo-been. Sementara Song Hye-kyo tetap memesona, ekspresinya dianggap kurang berkesan dibanding rekan mainnya. Plot dan narasinya pun terasa kurang solid, dengan banyak elemen yang dijelaskan setengah-setengah. Beberapa penonton bahkan mengaku kecewa, mengira film ini akan menyajikan horor intens seperti The Nun, tetapi justru lebih menyerupai drama biasa. Bahkan, ada yang sampai tertidur di bioskop dan baru terbangun saat film berakhir, merasa hanya tertarik karena jajaran aktornya yang terkenal.