BATANG, NETRALNEWS.COM – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menanggapi keras insiden tewasnya seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Kabupaten Batang di Jakarta. Ia mendesak kepolisian untuk melakukan pengusutan tuntas atas kematian korban yang diduga nekat melompat dari lantai empat sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Korban diketahui bernama Diva Maelisa, remaja berusia 15 tahun asal Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Diva dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian bangunan pada Sabtu (25/4). Rizal Bawazier menyatakan bahwa kasus ini tidak bisa dilihat sebagai kecelakaan atau bunuh diri biasa. Menurutnya, ada faktor pemicu yang sangat kuat yang membuat seorang remaja berani mengambil keputusan ekstrem tersebut. "Logikanya, jika seseorang sampai memilih melompat dengan mengetahui risikonya, berarti ada tekanan yang luar biasa. Saya minta Polda Metro Jaya mendalami kemungkinan adanya unsur kekerasan atau tekanan psikologis sebelum kejadian," tegas Rizal. Lebih lanjut, ia menyoroti adanya indikasi kondisi tidak wajar di lokasi kejadian. Kabar mengenai keterlibatan dua ART dalam situasi serupa di tempat tersebut harus menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rumah kos tersebut. Rizal juga sangat menyesalkan fakta bahwa korban masih berusia anak-anak (15 tahun) namun sudah dipekerjakan jauh dari kampung halaman. Ia meminta agar hukum ditegakkan secara adil tanpa melihat status sosial pelaku atau pemilik lokasi. "Siapapun yang terlibat, jika ditemukan unsur pidana, harus diproses secara adil. Penegakan hukum jangan sampai pandang bulu," ucapnya. Atas tragedi ini, Rizal Bawazier memberikan imbauan serius kepada Pemerintah Kabupaten Batang dan perangkat desa di wilayahnya: Edukasi Kolektif: Camat, Kepala Desa, hingga Ketua RT harus aktif memberikan pemahaman kepada warga mengenai risiko bekerja di luar daerah tanpa prosedur yang jelas. Perlindungan Anak: Memperketat pengawasan terhadap anak-anak usia sekolah agar tidak putus sekolah demi bekerja di tempat yang minim jaminan keamanan. Penyediaan Solusi Ekonomi: Rizal menekankan bahwa kemiskinan seringkali menjadi akar masalah. Ia mendorong penciptaan lapangan kerja di daerah agar warga tidak perlu mempertaruhkan nyawa di kota besar. Diva Maelisa adalah putri dari pasangan Raudin (37) dan Umayah (33) yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Untuk membantu ayahnya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan, Diva memutuskan berhenti sekolah dan berangkat ke Jakarta sesaat setelah Lebaran tahun ini. Kini, keluarga dan warga Desa Ngroto hanya bisa berharap agar kebenaran segera terungkap. Rizal Bawazier menegaskan akan terus mengawal jalannya penyelidikan hingga kasus ini menemukan titik terang.