Netral English Netral Mandarin
20:58wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Said Didu: Prank Sumbangan 2 T Keluarga Akidi Tio Kalian Pakai Buat Serang Pihak Lain Berbasis SARA

Senin, 02-Agustus-2021 19:55

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Foto : Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polisi menetapkan anak bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti, sebagai tersangka terkait dengan uang Rp 2 triliun yang akan disumbangkan keluarga Akidi untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan.

Mengomentari hal itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti pihak-pihak yang sebelumnya memuji-memuji keluarga Akidi hingga membandingkan dengan hasil penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina yang dilakukan sejumlah pihak beberapa waktu lalu.

Said Didu mengatakan, mereka yang memuji keluarga Akidi Tio menggunakan kabar sumbangan Rp 2 triliun itu untuk menyerang pihak lain berbasis SARA. Menurutnya, tindakan demikian membuat luka bangsa ini.

"Kalian makin ketahuan !!! Prank sumbangan Akidi Tio sebesar Rp 2 trilyun sudah kalian gunakan menyerang pihak lain berbasis SARA. Ini membuat luka bagi bangsa ini. Padahal kalian selalu merasa paling NKRI, paling Pancasilais dan paling penegak Bhinneka," tulis Said di akun Twitter-nya, Senin (2/8/2021).

Seperti diberitakan, Polda Sumatera Selatan menetapkan anak bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti, sebagai tersangka, Senin (2/8/2021). Saat ini Heriyanti diperiksa di Polda Sumsel.

Penetapan tersangka itu terkait uang Rp 2 triliun yang akan disumbangkan keluarga Akidi Tio untuk penanganan pandemi di Sumsel, namun ternyata uang yang dijanjikan tidak ada.

"Kita melakukan upaya penegakan hukum terhadap adanya polemik komitmen sumbangan Covid-19 yang ditujukan ke Kapolda Sumatera Selatan. Saat ini, tersangka inisial H sudah kita amankan dari lokasi," ujar Dirintel Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro, Senin (2/8/2021).

Sebelumnya, Heriyanti dan dokter keluarga Akidi, Hardi Darmawan, menyerahkan secara simbolis bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi di Sumsel pada pada Senin (26/7/2021). Bantuan itu diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.

Pemberian dana hibah yang dilakukan di Mapolda Sumsel itu disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli