JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi akan menerapkan kurikulum baru pada dunia pendidikan yang akan dimulai pada tahun ajaran 2023/2024. Sedianya, para peserta didik diajar menggunakan Kurikulum K13, kini diubah menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka sendiri adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang akan menerapakan Kurikulum Merdeka adalah Bahasa Inggris. Bahasa memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Bahasa adalah salah satu bentuk komunikasi manusia. Manusia sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan sesamanya dalam memenuhi berbagai kehidupan. Bahasa merupakan salah satu unsur yang paling penting dan berpengaruh bagi kehidupan kebudayaan manusia. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang masuk ke Indonesia, banyak bahasa asing yang masuk ke Indonesia, salah satunya bahasa Inggris. Bahasa Inggris masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Inggris di Indonesia. Negara Inggris menjajah banyak negara pada masa itu sehingga banyak negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa internasional. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangat berpengaruh bagi perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi lebih bervariatif dan makin banyak kosakata bahasa Indonesia yang diambil dari serapan bahasa Inggris. Selain itu, bahasa Inggris berperan penting bagi pendidikan Indonesia dan masuk ke dalam Kurikulum Merdeka. Sesuai dengan konsep Kurikulum Merdeka, yaitu memerdekakan peserta didik, maka proses pembelajaran harus memberikan kebebasan dan kemandirian kepada peserta didik untuk mengolah sendiri proses pembelajaran mereka. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan peserta didik. Kemampuan dalam menguasai bahasa Inggris harus dimiliki peserta didik dalam kebijakan Kurikulum Merdeka. Pembelajaran ini akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris difokuskan pada penguatan kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam enam keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, memirsa, menulis, dan mempresentasikan secara terpadu, dalam berbagai jenis teks. Perbedaan mencolok pembelajaran bahasa Inggris di Kurikulum K-13 adalah lebih ke materi dan ketrampilan tidak terlalu dikedepankan. Jadi, peserta didik lebih cenderung menerima materi secara banyak. Sementara di Kurikulum Merdeka, peserta didik lebih banyak melakukan komunikasi dan diskusi. Ini yang membuat mereka bisa mengembangkan diri menjadi siswa dan siswi yang unggul kedepannya. Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik harus mampu memahami informasi yang didengar dan memberikan apresiasi kepada lawan bicara. Berbicara yaitu peserta didik harus mampu menyampaikan gagasan, pikiran, serta perasaan secara lisan. Membaca, kemampuan memahami melalui teks sesuai tujuan dan kepentingannya. Memirsa, peserta didik harus mampu memahami, menggunakan, dan merefleksi teks visual. Menulis yaitu peserta didik harus mampu menyampaikan gagasan dalam berbagai jenis teks tertulis dengan cara yang efektif dan mudah dipahami. Mempresentasikan, kemampuan dalam memaparkan gagasan secara fasih dan komunikatif melalui beragam media (visual, digital, dan audiovisual). Capaian pembelajaran minimal keenam keterampilan bahasa Inggris ini mengacu pada Common European Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching, Assessment (CEFR) dan setara level B1. Level B1 (CEFR) mencerminkan spesifikasi yang dapat dilihat dari kemampuan peserta didik. Pembelajaran bahasa Inggris pada jenjang pendidikan menengah terutama di SMK diharapkan mencapai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari life skills. Agar belajar bahasa Inggris lebih menyenangkan bagi siswa, maka guru harus menciptakan suasana belajar menarik bagi siswa. Penting bagi guru untuk memahami model pembelajaran yang akan diterapkan saat mengajar sehingga pembelajaran lebih terkonsep dan prosesnya akan sesuai dengan apa yang ingin dicapai. Merdeka belajar dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah pembelajaran harus menyenangkan dan tidak menyulitkan, tidak memberikan batasan-batasan kepada peserta didik untuk berkreasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan pada pembelajaran bahasa Inggris adalah pendekatan berbasis teks (genre based approach), yakni pembelajaran yang difokuskan pada teks. Jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris sangat beragam, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, diskusi, teks khusus (pesan singkat atau iklan), dan teks otentik. Teks tersebut tidak disajikan dalam bentuk tulisan saja, tetapi juga dalam bentuk teks visual, audio, dan teks lisan (monolog atau dialog). Tujuannya adalah untuk memfasilitasi peserta didik supaya mereka terampil dalam menggunakan teknologi sehingga dapat meningkat kemampuan mereka dalam bidang iptek. Kebanyakan orang mengira bahwa belajar bahasa Inggris hanya menggunakan textbook saja, padahal masih banyak media lain yang bisa digunakan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, misalnya Canva, YouTube, Webtoon, Spotify, dan scrabble. Beberapa metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris: Karena sesuai dengan disiplin ilmu di SMK, terutama juruan, maka mata pelajaran bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dapat diterpakan di SMK karena saling terkait. Jadi untuk kejuruan sangat penting untuk komunikasi. Diharapkan membuat peserta didik mampu bersaing dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai individu yang mandiri dan bertanggung jawab. Mereka bisa memanfaatkan teknologi yang sudah ada untuk meningkatkan skill bahasa Inggris mereka. Dengan itu, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih menyenangkan dan tidak monoton. Penulis: Ranny Purwasih, S.Pd. (Guru Bahasa Inggris di salah satu SMK Negeri)