JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyoroti kondisi pasar modal dan pasar uang yang menurutnya kurang menggembirakan. Meski begitu, SBY yakin tekanan ekonomi yang lebih berat masih bisa dicegah. Hal itu disampaikan SBY lewat akun X pribadinya, @SBYudhoyono, Selasa (12/5). “Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan,” tulis SBY. SBY mengatakan Indonesia masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang cukup untuk menghadapi situasi tersebut. “Tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Something must be done. Kita masih memiliki political and economic resources. Opsi dan solusi masih tersedia,” ujarnya. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu juga menekankan pentingnya kebersamaan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, ekonom, dan seluruh pemangku kepentingan harus ikut terlibat dalam menjaga kondisi ekonomi nasional. “Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom, dan seluruh stakeholders must be on board,” tulisnya. SBY menilai persatuan dan saling percaya menjadi kunci untuk menghadapi situasi ekonomi yang menantang. “In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama,” katanya. SBY juga mengajak masyarakat untuk memberi kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. “Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia bisa,” tutupnya. Pernyataan SBY tersebut menegaskan optimisme bahwa kondisi ekonomi masih bisa dijaga selama seluruh elemen bangsa bekerja bersama dan saling percaya.