PALEMBANG, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) fraksi PDI Perjuangan Alex Indra Lukman menegaskan hal ini kala soroti pengelolaan beras lama di Gudang Bulog usai peninjauan ke Gudang Bulog Sukamaju di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (24/2/2026). Menurut sosok kelahiran Padang, Sumatera Barat ini, kunjungan kerja Komisi IV DPR dilakukan untuk mengecek langsung kesiapan instansi terkait dalam menjamin ketersediaan pangan pokok. Dari hasil peninjauan, Alex menilai stok bahan pangan, termasuk beras dan minyak goreng, dalam kondisi melimpah dan ketersediaan bahan pokok di Sumatera Selatan dalam kondisi aman pada Ramadan tahun ini. “Kunjungan kerja hari ini ingin mengecek kesiapan menghadapi bulan puasa dan Ramadan. Kita menemukan bahwa memang cukup siap, termasuk di bidang perikanan karena Sumatera Selatan merupakan daerah budidaya ikan,” ujar Alex dikutip situs resmi DPR RI. Alex menambahkan, tidak ada persoalan terkait kecukupan stok ikan. Di gudang Bulog, Komisi IV juga melihat stok beras dan minyak goreng dalam jumlah yang mencukupi. Bahkan, menurut Alex, sejumlah komoditas sudah dalam kondisi swasembada. Meski demikian, Alex menyoroti persoalan lain yang perlu segera diantisipasi, yakni kapasitas penyimpanan gudang seiring dengan potensi panen tahun ini dan masih adanya stok lama di gudang. “Dengan kelimpahan ini, pertanyaan berikutnya adalah kita mau menyimpan di mana lagi produksi yang akan panen tahun ini, sementara stok di gudang Bulog yang kita temukan ada yang sudah berumur satu tahun,” kata Alex. Alex mengakui kondisi beras yang telah disimpan selama satu tahun tersebut masih sangat baik karena dijaga dan difumigasi secara optimal. Namun, menurut Alex, stok tersebut tidak bisa disimpan terlalu lama. Karena itu, Komisi IV meminta kepada Deputi Badan Pangan Nasional dan Direktur Bulog agar segera merumuskan langkah percepatan distribusi beras yang telah berumur satu tahun agar segera keluar dari gudang. Terkait harga kebutuhan pokok, Alex menilai secara umum relatif stabil, kecuali cabai yang harganya cenderung fluktuatif. “Cabai ini memang tanaman yang rentan gagal panen, apalagi di musim hujan. Jadi harganya seperti roller coaster, naik turun sangat luar biasa,” imbuh Alex. Selain cabai, komoditas daging sapi juga menjadi perhatian karena Indonesia belum sepenuhnya swasembada. Ia menyebut, swasembada baru tercapai untuk daging ayam, sementara kebutuhan daging sapi masih bergantung pada impor. Komisi IV, lanjutnya, akan terus memantau kesiapan stok dan stabilitas harga pangan agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.