Netral English Netral Mandarin
20:57wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Tak Ada Hormat-hormatnya, Rizal Ramli Sebut JKW Bikin Negara Nyungsep, Netizen: Caper Mulu Kasihan

Jumat, 30-Juli-2021 07:45

Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Rizal Ramli
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan Rizal Ramli yang tanpa ada kesan menghormati Presiden Joko Widodo disorot warganet di sosial media. Rizal Ramli sampai menyebut gegara Jokowi negara samp[ai nyungsep.

Di akun FB Mak Lambe Turah, sejumlah netizen malah mengkritik apa yang dilakukan Rizal Ramli. 

MLT: “Emang kalo kepincut jadi presiden, hari2 kudu kowar kowar ngalahin emak.”

Luhut Tobing: “Bentuk mulut yg selalu mencibir orang lain..sementara dirinya sendiri miskin prestasi. Kalau hanya mampu nya nyinyir..beda2 tipis dgn permaisuri Cikeas...”

Tanu Shanja: “Masih sakit hati krn gagal nikah, koq malah nyinyirin orang lain.”

Tini Jayadi: “Tunjukkan dulu prestasi yg cemerlang.....baru nanti dipilih orang kl ikut Pilpres.”

Hastuti: “Caper muluuuuuu, kasihannnnn.”

Untuk diketahui, Rizal Ramli yang kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi tak jarang,  melempar kritikan tajam yang menyakitkan.

Baru-baru ini, Rizal mengatakan, prinsip kepemimpinan Jokowi yang mengutamakan kerja, kerja, dan kerja merupakan suatu kekeliruan. Sebab, dengan demikian, pemimpin negara tersebut sama saja mendorong rakyatnya untuk kerja keras fisik layaknya kuli.

“Awalnya Jokowi kabinet trisakti. Enggak lama diganti kabinet kerja, kerja, kerja. Itu, mah, suruh rakyat jadi kuli doang,” ujar Rizal Ramli dikutip dari Genpi, Kamis 29 Juli 2021.

Menurut Rizal Ramli, apa yang dilakukan Jokowi sangat bertentangan dengan apa yang telah diamanahkan Presiden pertama RI, Soekarno. Bahkan, dia tak sungkan-sungkan menyebut, Jokowi telah membuat kualitas negara menurun, alias ‘nyungsep’.

“Penikmat hasil kerja oligarki! Bertentangan dengan tema Bung Karno. Bikin lapangan kerja pun enggak bisa. Pantas nyungsep,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Rizal Ramli juga mengakatan, the Founding Fathers atau para pendiri Republik Indonesia berpandangan maju. Hal tersebut berawal dari pernyataan jurnalis United Press Arnold Brackman yang mengaku dekat dengan para elit Indonesia tahun 40-an.

Seorang pendeta wanita yang memutuskan untuk alih profesi menjadi penari telanjang mengaku bahagia..

“Watak para pendiri Republik Indonesia umumnya berpandangan maju (enlightened),” terangnya.

Lebih jauh, dia memastikan, para pendiri bangsa juga gemar beramal untuk kepentingan kemanusiaan.

“Mereka umumnya tidak kikir, tidak pelit kepada rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Rizal mengaku kecewa dengan upaya pemerintah Jokowi mendatangkan vaksin Sinovac dari China. Sebab, selain murah, vaksin tersebut diyakini memiliki evektivitas yang rendah.

Menurut Rizal, efektivitas vaksin Sinovac hanya berada di kisaran 50 persen. Itulah mengapa, dia berkesimpulan, senyawa tersebut tak mampu memberikan perlindungan optimal terhadap masyarakat Indonesia.

“Ada yang bilang vaksin enggak efektif. Tentu tidak efektif karena kita pakai vaksin sinovac yang kualitasnya rendah. Artinya dari 100 orang yang divaksin 50 itu efektif, 50-nya sama sekali tak efektif bisa kena lagi.”

“(Rakyat harusnya) Divaksin yang kualitasnya di atas 95-98, misalnya Pfizer Moderna dan lain-lain. Jadi bukan asal vaksin dengan kualitas yang rendah,” urainya.

Dia melihat, negara hanya separuh-separuh dalam menyelenggarakan vaksinasi nasional. Bahkan, dia menuding pemerintahan Jokowi terlalu pelit dalam mendatangkan vaksin ke Indonesia.

“Ini gara-gara pemerintahnya pelit. Ngapain sih lu pakai Sinovac? Pelit amat ama rakyat, nyawa rakyat dijadikan perjudian!” kata Rizal dinukil Hops.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati