Netral English Netral Mandarin
02:57wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Taliban Berkuasa, Pasar Narkoba Laris Manis, EK: Pantes PKS Minta Mengakui Taliban? Bahkan Mustofa Memujinya

Minggu, 03-Oktober-2021 10:09

Pasar narkoba kembali ramai usai Taliban berkuasa di Afganistan
Foto : CNN Indonesia
Pasar narkoba kembali ramai usai Taliban berkuasa di Afganistan
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar pasar narkoba kembali ramai di Afghanistan usai Taliban berkuasa langsung menjadi perhatian warganet.

Eko Kuntadhi langsung mencuit keras dan menyentil PKS. 

“Pantes aja PKS meminta Indonesia mengakui Taliban? Bahkan Mustofa Lemon memujinya setinggi langit...,” kata Eko Kuntadhi, Minggu 3 Oktober 2021.

Untuk diketahui, geliat pasar narkoba di Afghanistan seusai Taliban berkuasa heboh karena foto beredar seperti dilansir Merdeka.com dari Bulent KILIC / AFP. 

Ketika perekonomian negara mereka berada di ambang kehancuran, para pedagang narkoba di Afghanistan mengatakan bahwa barang-barang mereka, utamanya opium, harganya telah meroket sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Sejumlah pria berkumpul untuk bernegosiasi dan memeriksa kualitas ganja dan heroin di sebuah lapak di pasar narkoba di pinggiran Kandahar, Afghanistan, pada 24 September 2021. 

Ketika perekonomian negara mereka berada di ambang kehancuran, para pedagang narkoba di Afghanistan mengatakan bahwa barang-barang mereka, utamanya opium, harganya telah meroket sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Sejumlah pria berkumpul untuk bernegosiasi dan memeriksa kualitas ganja dan heroin di sebuah lapak di pasar narkoba di pinggiran Kandahar, Afghanistan, pada 24 September 2021. 

Ketika perekonomian negara mereka berada di ambang kehancuran, para pedagang narkoba di Afghanistan mengatakan bahwa barang-barang mereka, utamanya opium, harganya telah meroket sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati