JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Film horor lokal Pabrik Gula berhasil mencuri perhatian publik dengan mencetak lebih dari satu juta penonton sejak penayangannya. Tak hanya versi biasa, versi uncut-nya juga ikut menjadi bahan pembicaraan karena menyajikan ketegangan yang lebih mendalam. Tak heran, banyak yang penasaran dengan rating Pabrik Gula uncut yang ternyata ditujukan untuk penonton usia 21 tahun ke atas, berbeda dengan versi regulernya yang hanya dibatasi untuk 17 tahun ke atas. Versi uncut ini disebut-sebut menyuguhkan nuansa horor yang lebih mentah, dengan beberapa adegan yang tidak lolos sensor untuk tayangan umum. Mulai dari intensitas kekerasan hingga atmosfer seksual yang lebih eksplisit, semua disajikan tanpa potongan berarti. Ini menjadi pilihan tersendiri bagi pecinta horor yang ingin merasakan sensasi maksimal. Secara keseluruhan, film besutan Awi Suryadi ini mendapat respons cukup positif. Di IMDb, Pabrik Gula memperoleh nilai 6.8 dari 10, berdasarkan ulasan dari ratusan penonton. Meskipun tidak sempurna, film ini dinilai punya kekuatan dari sisi atmosfer dan bangunan cerita yang mencekam, meski beberapa pihak menilai durasinya sedikit terlalu panjang. Dibintangi oleh artis-artis muda dan disajikan dengan gaya penyutradaraan yang khas, Pabrik Gula uncut memberi warna baru bagi perfilman horor Indonesia. Keberaniannya menyuguhkan cerita kelam tanpa sensor, tampaknya menjadi daya tarik tersendiri yang patut diapresiasi.*