SURABAYA – Menyelami dunia profesi hukum memerlukan ketajaman insting yang tidak cukup hanya didapat dari buku teks. Hal inilah yang menjadi fokus Arjuno Widya Pratama, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, saat menuntaskan program Kuliah Kerja Praktek (KKP) di Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Rudolf Ferdinand Purba Siboro, S.H., M.H. Selama menjalani masa magang, Arjuno tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga terjun langsung dalam mendalami aspek-aspek krusial profesi hukum. Materi pembelajaran yang didapat sangat komprehensif, mulai dari teknik penyusunan dokumen hukum (legal drafting) seperti gugatan, jawaban, dan pledoi, hingga penguasaan strategi analisis kasus yang mendalam dan juga teknik negoisasi. Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah kesempatan bagi Arjuno untuk mengamati langsung jalannya persidangan. Dengan mendampingi para advokat senior di ruang sidang, ia dapat mempelajari etika beracara, teknik pembuktian, serta cara menghadapi dinamika yang muncul selama proses litigasi berlangsung. "Salah satu bagian paling berharga dari KKP ini adalah ketika saya diperbolehkan mengamati persidangan yang ditangani oleh advokat senior. Melihat bagaimana argumentasi hukum dibangun secara lisan di hadapan majelis hakim memberikan perspektif baru tentang seni membela keadilan," ungkap Arjuno. Firma hukum ini memiliki keunggulan strategis dengan hadirnya kolaborasi antar-advokat yang berpengalaman. Selain dipandu oleh Rudolf Purba Siboro, S.H.,M.H. Arjuno juga banyak belajar dari dua advokat rekan di firma tersebut, yakni Bapak Yakob Tandi Lolo, S.H. dan Bapak Adner Parlindungan Tampubolon, S.H. Sinergi ketiga advokat ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana setiap kasus dikaji dari berbagai sudut pandang hukum yang berbeda. Kehadiran dua advokat rekan tersebut memperkuat posisi firma sebagai tempat magang yang ideal. Kolektivitas antara Pak Rudolf, Pak Yakob, dan Pak Adner memungkinkan mahasiswa magang untuk melihat berbagai gaya litigasi dan strategi hukum yang variatif, mulai dari penanganan perkara pidana hingga perdata yang kompleks. "Belajar dari tiga mentor sekaligus Pak Rudolf, Pak Yakob, dan Pak Adner adalah pengalaman yang luar biasa. Masing-masing memiliki karakter dan keahlian yang saling melengkapi, sehingga membentuk perspektif hukum saya menjadi lebih luas dan menyeluruh," tambah mahasiswa yang juga aktif di dunia bela diri tersebut. Kegiatan Magang ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja di bidang profesional hukum, dengan mengamati langsung jalannya persidangan dan terlibat dalam diskusi strategi bersama para advokat senior, Arjuno kini memiliki bekal nyata untuk menghadapi dunia profesional hukum.