Netral English Netral Mandarin
18:19wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Terinspirasi Taliban, JI di Indonesia Bergerak, DS: Ngeri, ya? Hajar, Pak Pol!

Sabtu, 21-Agustus-2021 09:26

Denny Siregar dan Ilustrasi senjata pengikut JI di Indonesia
Foto : Kolase Netralnews
Denny Siregar dan Ilustrasi senjata pengikut JI di Indonesia
49

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menilai Jaringan Islamiyah di Indonesia bergerak karena terinspirasi oleh kemenangan Taliban di Afganistan. 

“Apa yg terjadi di Afghanistan biar jadi urusan internal mereka sendiri. Yang kita pantau sekarang adalah apa dampaknya kemenangan Taliban terhadap Indonesia,” kata Denny Siregar, melalui akun Twitternya, Sabtu 21 Agustus 2021.

“Yang jelas, Densus 88 sdh menangkap 53 anggota Alqaeda cabang JI lengkap dgn senjatanya. Mereka termotivasi Taliban,” imbuhnya.

Sementara melalui akun FB-nya, ia mengunggah senjata-senjata anggota JI yang disita polisi.

“Senjata2 yang disita Densus 88 dari beberapa teroris JI yang gerak kembali sesudah terinspirasi dari menangnya Taliban di Afghanistan... Ngeri, ya? Hajar, pak Pol!” kata Denny.

Untuk diketahui, Densus 88 Antiteror telah menangkap 53 orang terduga teroris selama periode menjelang hari perayaan kemerdekaan RI ke-76. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, para terduga teroris itu hendak memanfaatkan momentum hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan melancarkan aksi terorisme.

"Jadi ini menggunakan momen 17 Agustus hari kemerdekaan. Ini tersebar di sejumlah provinsi," ujar Argo lewat keterangan pers secara daring, Jumat (20/8/2021).

Menurut Argo, dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Adapun barang bukti tersebut berupa buku-buku.

Argo menyebut rencana teror tersebut berhasil digagalkan. Pihaknya mengaku telah menangkap para terduga teroris itu sejak 12 Agustus hingga 17 Agustus 2021.

"Sebelumnya sudah kita lakukan penangkapan atau pengamanan terhadap beberapa orang, 53 orang yang tersebar di 11 provinsi yang dimulai tanggal 12 Agustus sampai 17 Agustus," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP