JAKARTA, NETRALNEWS.COM - TheoTown menjadi salah satu game yang tiba-tiba naik daun dan ramai diperbincangkan di Indonesia pada awal Januari 2026. Tren ini muncul ketika banyak unggahan tentang permainan ini menjadi viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, X, dan Instagram. TheoTown adalah game simulasi pembangunan kota yang memungkinkan pemain merancang, membangun, dan mengelola kota dari nol. Permainan ini awalnya dirilis pada 2015 untuk Android, lalu hadir di berbagai platform seperti iOS, PC, macOS, dan Linux. Game ini memiliki gameplay mendalam yang mirip dengan judul klasik sim city, serta grafis pixel art yang sederhana tapi menarik. Permainan ini kembali ramai bukan karena dirilis baru, tetapi karena gelombang besar gamer Indonesia yang tertarik memainkannya dan membagikan kreasi mereka di media sosial. Banyak pemain membangun kota dengan elemen lokal Indonesia, menggunakan plugin yang dibuat komunitas untuk menambahkan fasilitas khas Tanah Air seperti minimarket, SPBU, atau bangunan bersejarah, sehingga menciptakan rasa keterikatan yang lebih kuat dengan konten lokal. Antusiasme ini juga terlihat ketika pemain Indonesia menggunakan TheoTown sebagai media satire sosial dan kritik terhadap kebijakan publik atau dinamika masyarakat melalui simulasi dalam game. Pemain membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan kota hasil kreasinya dengan cerita yang lucu atau mengkritik kondisi nyata, sehingga menarik banyak perhatian netizen. Lonjakan minat ini sempat membuat developer game sendiri terkejut karena aktivitas pemain dari Indonesia begitu tinggi sehingga sesekali menyebabkan gangguan teknis seperti masalah login atau server menjadi penuh. Kreativitas komunitas Indonesia bahkan sampai menciptakan konten yang memancing reaksi dari pengembang serta diskusi di forum resmi. TheoTown saat ini menjadi fenomena di kalangan gamer Indonesia karena kombinasi gameplay bebas, grafis ringan yang mudah dijalankan di berbagai perangkat, serta ruang ekspresi sosial yang bisa diwujudkan pemain melalui kreasi mereka. Popularitasnya yang meningkat pesat di awal 2026 menunjukkan bagaimana game lawas bisa kembali viral ketika komunitas lokal memainkan peran penting.