Netral English Netral Mandarin
03:11wib
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan masalah dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terkait tata krama dalam hubungan kelembagaan.
Ustaz Syafiq Bilang Jangan Bersahabat dengan Non-Muslim, Tokoh 212: Waduh, Ini Politisi Berkedok Ustaz

Minggu, 17-Oktober-2021 19:00

Salah satu pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf
Foto : Istimewa
Salah satu pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah satu pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf, mengomentari ceramah Ustaz Syafiq Riza Basalamah yang menyebut umat Islam dilarang bersahabat dengan non-muslim.

Faizal menyindir Ustaz Syafiq dengan mengatakan politisi berkedok ustaz. Ia juga merasa lucu lantaran ada jemaah yang percaya dengan pernyataan Ustaz Syafiq.

Hal tersebut disampaikan Faizal melalui akun Twitter-nya. Ia menyematkan tangkapan layar artikel dari salah satu media dengan judul berita 'Bersahabat dengan Orang Non-Muslim? Ustaz Dr. Syafiq Riza Basalamah: Jangan Sampai Jadi Teman Dekat'.

"Waduh, ini mah politisi berkedok ustad. Model ginian banyak versi, mirip-mirip si nganu tu. Lucunya mau aje dib*go-b*goin. Ya itu, kebodohan akut, tapi kalau dibilang bodoh, ngambek!" cuit @faizalassegaf seperti dilihat netralnews.com, Minggu (7/10/2021).

Sebelumnya, video ceramah Ustaz Syafiq Riza Basalamah soal bagaimana hukumnya umat Islam bersahabat dengan orang non-muslim, viral di media sosial.

Video berjudul 'Konsultasi Syariah: Bolehkah Berteman dengan Non Muslim? - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA' diunggah di kanal YouTube Yufid.TV pada Desember 2016 lalu, namun kembali ramai diperbincangkan dan diberitakan beberapa hari terakhir.

Dalam video itu, Ustaz Syafiq ditanya jemaah soal "Berdosakah bersahabat dengan orang kafir?".

Menjawab pertanyaan itu, Ustaz Syafiq menyampaikan bagaimana Rasulullah memberikan nasihat “laa tu sahib illa mukminan, jangan bersahabat kecuali dengan orang yang beriman".

Ustaz Syafiq mengatakan, tidak ada larangan bagi umat Islam untuk sekadar berteman atau berdagang dengan non-muslim. Yang tidak diperbolehkan, menurutnya, yakni umat Islam berteman dekat apalagi bersahabat dengan non-muslim.

"Kalau kita punya kenalan non-muslim ya karena dia satu kampus, teman kita, gak masalah. Tapi jangan dekat," katanya.

“Lama kelamaan, tatkala kita melihat perbuatan-perbuatan kekufuran dia, kita jadi biasa. Tidak ada yang awalnya kita benci, kita malah bisa jadi cinta sama dia, itu yang ditakutkan. Kalau berdagang, bergaul sama orang non-muslim gak masalah," ungkapnya.

Ustaz Syafiq kemudian menjelaskan alasannya mengapa umat Islam tidak diperbolehkan bersahabat dengan non-muslim. Salah satunya karena non-muslim tidak mengingatkan umat Islam untuk salat.

"Dalam bergaul gak masalah, tapi untuk jadi teman dekat, jangan. Dia tidak akan mengingatkan kita untuk salat. Karena tidak salat dalam agama dia. Mungkin dia menghargai kita untuk sholat, iya ada, mungkin. Tapi menyuruh kita, maaf, ada hal-hal yang haram buat kita, halal buat mereka, sehingga kita mau tidak mau terpengaruh,” imbuhnya.

"Kalau teman ya teman biasa aja di kampus, selesai. Kecuali kita ada maksud untuk berdakwah. Karena muslim itu mewarnai dan tidak diwarnai," ungkap Ustaz Syafiq.

Ditegaskannya, jika umat Islam sekedar kenalan, berteman dan berdagang dengan non-muslim atau kafir maka hal tersebut tidak dilarang, asalkan jangan bersahabat.

"Jadi sohib ini ada kedekatan, kalau sekedar kenalan gak ada masalah. Kita ketemu di kampus, selesai ya selesai. Gak ada masalah sekedar kita ada urusan sama orang kafir ini, urusan bisnis atau karena dia sebagai ketua kelas kita ada urusan apa, tapi tidak menjadikan dia sebagai sahabat, teman dekat," tandas Ustaz Syafiq. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi