Netral English Netral Mandarin
22:22wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Waduh! Faizal Assegaf Telah Menghina NU, Begini Respons Keras EK dan AT

Minggu, 24-Oktober-2021 06:47

Faizal Assegaf
Foto : Keuangannews.id
Faizal Assegaf
71

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Faizal Assegaf dituding telah melakukan penghinaan terhadap NU. Sejumlah pegiat media sosial mengecam mulai dari Abdillah Toha hingga Eko Kuntadhi.

“Ngaco nih...,” kata Eko Kuntadhi, Sabtu malam 23 Oktober 2021.

Untuk diketahui, Faizal Assegaf kembali melontarkan kritikan keras dan kurang ajar yang ditujukan kepada Nahdatul Ulama (NU). Dia menilai NU bukan produk Islam. Hanya organisasi yang dibangun sebagai ikhtiar politik segelintir orang.

Bahkan Faizal Assegaf berkomentar tidak sopan ditujukan kepada Abdillah Toha dengan kata-kata sarkas dan tidak pantas “Faizal Assegaf Sebut Pendiri PAN Abdillah Toha Bermental Celeng, Politik boleh beda, stop bersikap culas, catatan saya banyak ttg anda!”.

Hal ini tentu menyebabkan kegaduhan di jagat medsos. Mantan pendiri PAN Abdillah Toha angkat suara, dia menjawab cuitan Faizal Assegaf yang dimuat di media FIN “Inilah contoh Muslim bodoh yang memanfaatkan kebebasan berbicara untuk menyalurkan nafsunya yang keblinger. Ingin memecah belah umat Islam?”.

Dalam akun twitternya Faizal Assegaf ngoceh seperti orang kesurupan “NU bukan produk Islam, Stop nipu umat! Tapi NU adalah ikhtiar politik sebagai wadah segelintir umat dari mayoritas Islam”.

Dia menilai, tokoh NU seperti Kyai Hasim Asy’ri dan Abdurrahman Wahid alis Gus Dur bukan orang-orang suci yang dijamin surga.

“Loyalitas pada Hasyim Asy’ari dan Gus Dur silahkan aja, tapi mereka bukan orang suci yang dijamin paling benar dan masuk surga. Urusan surga adalah hak Allah, urusan NU ihwal duniawi!” ucapnya.

Lebih lanjut, Faizal menyinggung soal fanatik buta atau asabiah di tubuh NU. Hal ini menurutnya jauh dari prinsip Islam. Dia menyebut asabiah pada tokoh NU seperti Hasim Asy’ari dan Gus Dur, merupakan bentuk perbudakan.

“Saya ingatkan kalian dedengkot NU dan loyalisnya, Islam hadir sebagai ajaran yang melepaskan segala bentuk perbudakan. Fanatisme dan asabiah pada Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, adalah bentuk nyata perbudakan akal yang menyesatkan!. Islam tidak butuh NU, Gus Dur dan embel-embel Hasyim Asy’ari. Kualat kalian!” ucapnya.

Menurut Faiza, NU tidak perlu membodohi umat dengan fanatik dan asabiah. Umat Islam saat ini sudah cerdas mencari sumber ilmu agama yang benar tanpa embel-embel organisasi.

“Umat Islam sangat cerdas, urusan ponsel aja mereka bisa bedakan yang orisinil dan KW. Jangan ngotot dan merasa paling benar. Hasyim Asy’ari & Gus Dur bukan rujukan mutlak. Umat yang waras di Republik ini punya banyak akses pada sumber-sumber ilmu Islam yang otentik dan jauh dari umbul-umbul ormas yang manipulatif” pungkasnya seperti dinukil Arrahmahnews. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi