JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, rakyat sangat mengharapkan ketegasan Prabowo Subianto yang akan dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Minggu 20 Oktober 2024. Ketegasan tersebut diharapkan mengingat latar belakang Prabowo yang pernah menjadi Perwira Tinggi di TNI. Perolehan suara di Pilpres yang sebesar 58 persen lebih pun dinilai menjadi representasi dari harapan rakyat atas ketegasan tersebut. Ketegasan itu diperlukan agar setiap kebijakannya tak tersandera oleh kepentingan partai atau para pihak lain yang berada di luar kabinet. "Ketegasan Prabowo itu ditunggu rakyat, tapi bukan ketegasan yang menakutkan ya," kata Yunarto dalam perbincangan langsung di program Prime Time Most 1058 FM, dikutip Selasa (17/9/2024). Menurutnya, ketegasan tersebut diartikan bahwa dalam menentukan kebijakan, Prabowo harus berpegang teguh pada pendiriannya. "Bukan malah tersandera kepentingan partai, malah jadi petugas partai, atau mantan presiden," ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa masalah penerapan political will atau komitmen dari pemangku kebijakan atau pembuat keputusan dalam menemukan solusi atas permasalahan tertentu jangan sampai tersandera oleh kepentingan pihak tertentu. "Presiden lama ya sudah biarin, sekarang kita fokus kasih catatan kritis untuk Prabowo," imbuhnya.