JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama Rara Istiati Wulandari kini tengah jadi sorotan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Hal itu terjadi karena aksinya menjadi pawang hujan. Rara sempat muncul di arena balap Sirkuit Internasional Mandalika, jelang balapan MotoGP. Pasalnya hujan deras sempat mengguyur sirkuit dan Rara hadir untuk mengendalikannya agar mereda. Mengenakan jaket tenun khas Lombok, Rara melenggang di sisi arena balapan. Dia tampak memegang mangkuk emas, kentongan kecil dan dupa sambil bermantra. Lantas, siapa sebenarnya Rara? Berikut fakta menariknya: 1. Profil Pribadi Rara diketahui lahir di Papua, 22 Oktober 1983 dan kini berusia 38 tahun. Meski demikian, Rara diketahui penganut kejawen berdarah Jawa dan lama tinggal di Bali. Bukan jadi pawang hujan dadakan, dia diketahui sudah belajar ilmu pawang hujan. Sejak usia sembilan tahun, dia diketahui sudah mempelajari ilmu untuk mengendalikan cuaca tersebut. Sampai saat ini, dirinya tidak menikah dan tidak makan daging dari hewan berkaki empat. Selama menjalankan ritual pawang hujan, dia juga tidak boleh dalam keadaan lapar. 2. Bayaran Fantastis Menurut isu yang beredar di internet, gaji dari pawang hujan ajang internasional itu capai ratusan juta. Tetapi belum diketahui pasti, berapa rincian bayaran yang diterima dari wanita yang namanya jadi sorotan dunia internasional. Pada tes balapan pada pertengahan Februari lalu, Rara sempat membagikan nominal uang yang dia terima. Rupanya tidak hanya bayaran, tetapi dia juga menerima angpao dengan nominal dua digit. Hal itu dibuktikan dengan unggahan foto Rara dan bukti transferan di media sosial Instagramnya, @rara_cahayatarorindigo. Rara syukuri bahwa pundi-pundi yang dia terima adalah rejeki dan hoki. "Allhamdulilah Mturnuwun Terimakasih Rejeki Hoki All universe Mandalika International Street Circuit," ujar Rara, dikutip dari unggahannya. 3. Rekomendasi Menteri BUMN Keberadaan Rara di Sirkuit Mandalika Internasional bukanlah keinginan pribadi, melainkan rekomendasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Tidak hanya dalam ajang balapan di Mandalika, Rara juga kerap diminta Menteri Erick mengawal berbagai acara, bahkan acara kenegaraan. Rara pernah mengawal cuaca dalam acara vaksinasi massal di Gelora Bung Karno (GBK), saat NOAH manggung, kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta upacara pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta Palembang. 4. Alat yang Digunakan untuk Ritual Ada beragam peralatan yang dia gunakan saat melakukan ritual pawang hujan. Salah satu yang fenomenal adalah sebuah mangkuk emas, tongkat pemukul, serta dupa. Alat itu juga yang jadi sorotan di berbagai video Rara yang viral, saat tengah mengendalikan cuaca jelang balapan MotoGP. Tidak hanya itu, dia juga sempat mempertontonkan tenda pawang hujan, yang didirikan di sekitar sirkuit. Ada sebuah kolam air dengan sesajen, bunga dan dupa, serta es batu. Di titik yang lain, ada sebuah lingkaran dari susunan kayu dan ditengahnya sebagai lokasi untuk membakar kayu hingga menjadi arang. Ada telur mentah, kelapa, bantal dan guling yang dijemur, serta buah-buahan. Diantaranya adalah buah apel, jeruk, pisang, nanas yang disusun di atas sebuah piring rotan, serta susu yang dia konsumsi. 5. Indigo dan Ahli Tarot Tidak hanya sebagai pawang hujan saja, rupanya Rara merupakan seorang indigo dan ahli tarot. Terbukti dari nama Instagramnya, @rara_cahayatarorindigo. Melalui kartu tarot dan anugerah indigonya, Rara kerap meramal berbagai momen yang akan terjadi. Misalnya saja meramal hasil pertandingan olahraga, dunia politik, selebritis, dan lainnya. Apabila hasil ramalannya terkait suatu hal benar-benar terjadi, Rara sering membagikan keberhasilannya di media sosial. 6. Jadi Sorotan Dunia Meski sudah malang melintang di berbagai acara, Rara memang baru jadi sorotan saat di ajang bergengsi balapan di Sirkuit Mandalika. Bagaimana tidak, ada kamera dan layar besar yang menyorot aksinya. Mengenakan jaket tenun khas Lombok, Rara melakukan ritual di pinggir arena balapan. Dia kemudian melenggang berjalan, sambil bibir bermantra, di tangannya ada mangkuk emas dan dupa, serta meyakinkan bahwa hujan masih dalam pengendaliannya. Aksi Rara bahkan diunggah di akun resmi MotoGP, dia jadi sorotan dunia. Belum lagi para pembalap yang turut simpatik pada aksi Rara. Salah satunya seperti yang dilakukan Pembalap Fabio Quartararo. Dia sempat menirukan aksi Rara menggunakan mangkuk dan sendok makan, sambil tertawa. 7. Jadi "Remot AC" Sirkuit Mandalika Rara ketahui, bahwa ada pihak yang melakukan bully alias perundungan padanya. Salah satunya karena pro dan kontra soal pawang hujan, serta pertanyaan, "mengapa jadi pawang, tetapi malah turun hujan?". Rara klaim, bahwa dirinya diibaratkan sebagai remot AC di Sirkuit Mandalika. Maka dari itu, menjadi pawang hujan bukan berarti untuk mencegah hujan, melainkan juga bisa menurunkan hujan sesuai dengan permintaan. Alasannya, membuat aspal tidak terlalu panas dan terkelupas. Maka dari itu, ketika balapan berlangsung, sengaja dibuat rintik hujan. "SOP nya seperti itu. SOP dari pengaspal dunia R3, ITDC, MGPA, Kementerian BUMN. Saam kasih sayang alam semesta," ujar Rara pada salah satu unggahan Instagramnya.