SURAKARTA, NETRALNEWS.COM - Siapa sangka, kulit buah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah, kini disulap menjadi produk yang bernilai tambah. Inovasi kreatif dari mahasiswa KKN Undip telah berhasil mengubah stigma negatif terhadap kulit buah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi UMKM. Program ini menggabungkan kreativitas, keberlanjutan, dan dukungan untuk para UMKM lokal. Ide ini bermula dari observasi sederhana di masyarakat yang sering membuang kulit buah semangka sebagai limbah. Selain sebagai upaya mengurangi limbah organik, inovasi ini diharapkan dapat membantu UMKM lokal memanfaatkan peluang bisnis rumahan. Keunikan dari selai kulit buah buatan mahasiswa Undip ini terletak pada rasa dan kandungan nutrisinya. Meskipun terbuat dari kulit buah, selai ini memiliki rasa yang manis dan sedikit asam, serta kaya akan serat dan antioksidan. Selain menciptakan produk yang inovatif, mahasiswa Undip juga mengajarkan cara membuat selai kulit buah, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk. Harapannya, dengan adanya pelatihan ini, UMKM dapat memproduksi selai kulit buah secara mandiri dan memasarkannya ke masyarakat luas. Program ini mendapat sambutan positif dari para audiens. “Saya sangat terkesan dengan inovasi selai dari kulit buah semangka ini. Selain rasanya yang enak, ini juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah limbah kulit buah. Saya pikir, produk ini punya potensi besar untuk dipasarkan secara luas apalagi para mahasiswa juga sudah memberikan edukasi tentang pengemasannya,” ujar Ibu Asih salah satu warga Kelurahan Kadipiro. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas permasalahan di masyarakat. Melalui inovasi selai kulit buah, mahasiswa Undip telah membuka peluang bisnis baru bagi UMKM dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal.