JAKARTA- Di zaman di mana teknologi digital merajalela, batasan antara apa yang dianggap hiburan dan apa yang menjadi sumber ketidaknyamanan bisa sangat tidak jelas. Media sosial, dengan kekuatannya yang besar dalam menghubungkan orang-orang dari berbagai penjuru dunia, juga berpotensi menjadi panggung untuk perilaku yang dapat merugikan. Kreator konten, seperti Galih Loss, mendapati diri mereka terperangkap dalam pusaran tanggapan publik yang tidak hanya bersumber dari konten yang mereka ciptakan, tetapi juga dari dampak yang ditimbulkannya terhadap orang lain. Belakangan ini, tindakan prank yang dilakukan oleh Galih, melibatkan seorang sopir ojek online (ojol) yang dia sebut sebagai begal, telah memicu gelombang kemarahan di kalangan netizen. Insiden ini menyoroti sisi yang lebih gelap dari prank—yang idealnya harusnya menjadi sumber hiburan yang ringan dan menyenangkan—dan mengangkat pertanyaan serius tentang etika dan tanggung jawab sosial dalam pembuatan konten digital. Kegiatan seperti ini bukan hanya mencerminkan masalah individual dari satu kreator, tetapi juga membuka diskusi yang lebih luas mengenai tanggung jawab yang harus dipikul oleh semua yang berpartisipasi dalam ekosistem media sosial. Bagaimana kita, sebagai masyarakat yang semakin terhubung melalui media digital, harus menavigasi kompleksitas antara kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap kesejahteraan individu? Kejadian yang menimpa Galih Loss dan sopir ojol tersebut adalah sebuah contoh penting yang mendorong kita semua untuk merefleksikan batas-batas ini. Prank Galih, yang pada awalnya mungkin dimaksudkan sebagai lelucon, cepat berubah menjadi situasi yang menegangkan dan berpotensi berbahaya. Mempertaruhkan keselamatan sopir ojol dan memprovokasi reaksi publik, Galih menghadapi kecaman yang kuat, dengan netizen mengkritiknya tidak hanya atas konten yang tidak sensitif tetapi juga atas dampak yang ditimbulkannya pada orang-orang di sekitarnya, termasuk orang tuanya. Kritik ini menyoroti kekhawatiran yang lebih besar mengenai dampak negatif dari konten prank terhadap individu yang tidak bersalah.