JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau biasa disebut penyakit asam lambung merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Biasanya penyakit ini membuat penderitan merasa tidak nyaman karena terdapat rasa perih, mual, kembung, bahkan sampai sesak dan nyeri pada ulu hati. Penyakit asam lambung bisa terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) melemah. Seharusnya otot LES berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Jika otot LES melemah, maka kerongkongan akan tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan. Madu dikenal sebagai bahan alami yang berkhasiat mengatasi berbagai penyakit. Madu memiliki banyak jenis, salah satunya adalah madu hijau yang belakangan ini menjadi trending topic di Indonesia dan Malaysia karena manfaatnya yang luar biasa. Madu hijau merupakan madu herbal alami yang dipercaya dapat mengobati peradangan serta infeksi pada penderita asam lambung. Warna hijau pada madu hijau berasal dari puluhan daun herbal, beberapa di antaranya adalah daun kelor, daun spirulina, daun saga, dan daun sirih yang berfungsi sebagai pembersih racun yang ada dalam lambung. Adanya madu hijau bermula dari penelitian para mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yang didukung oleh dosen dan ahli gizi serta diawasi langsung oleh lembaga farmasi. Mengonsumsi madu hijau untuk mengatasi penyakit asam lambung adalah pilihan yang tepat. Akan tetapi harus diimbangi dengan mengubah pola hidup, seperti menerapkan jadwal makan yang teratur, tidak langsung berbaring setelah makan, menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung seperti makanan pedas, asam, berlemak, dan bersoda, serta mengurangi minuman berkafein dan minuman beralkohol. Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan perbanyak konsumsi air putih. Jika penjelasan di atas untuk pencegahan asam lambung. Selanjutnya berikut cara untuk mengatasi asam lambung. Terdapat 3 cara yang bisa dilakukan saat asam lambung naik : 1. Mengunyah permen karet, gerakan mengunyah permen karet selama beberapa waktu dipercaya dapat merangsang laju pelepasan air liur yang kemudian membuat asam yang terakumulasi di perut tercuci dan bersih lebih cepat sehingga memperkecil risiko naiknya asam lambung ke tenggorokan. 2. Memperhatikan posisi tidur, sebelum tidur pastikan anda menaikan posisi tubuh bagian atas (dada dan kepala) menjadi lebih tinggi dari tubuh bagian bawah (pinggang sampai kaki). Cara tersebut bisa meringankan rasa tidak nyaman yang dirasakan saat asam lambung naik. 3. Mengonsumsi minuman yang mengandung jahe, kandungan zat anti radang dalam jahe dapat meredakan mual saat asam lambung naik. Penulis: Indhira Ayu Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya