JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Spei Yan Bidana adalah sosok pemimpin visioner yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Dikenal dengan komitmennya dalam membangun daerah terpencil, Spei Yan Bidana membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat adat. Di tengah tantangan geografis yang sulit, ia terus mendorong pembangunan yang berkelanjutan, termasuk peningkatan akses jalan, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal. Dengan visi dan dedikasinya, Spei Yan Bidana diharapkan mampu membawa Kabupaten Pegunungan Bintang menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. Sebelumnya, pada Kamis 20 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 961 kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi pemerintahan Indonesia, menandai komitmen untuk memperkuat demokrasi di seluruh wilayah. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam pembangunan daerah masing-masing. "Kepala daerah adalah garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Saya berharap Anda semua dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," ujar Prabowo. Salah satu kepala daerah yang dilantik, Bapak Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, memberikan wawancara eksklusif setelah pelantikan. Ia menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan. "Kami akan fokus pada pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang," ungkapnya. Bupati juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. "Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk memastikan program-program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tambahnya. “Ini saya kira adalah momen bersejarah, pertama kali di negara kita, kita lantik 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil kota dengan total 961 kepala daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh kepala negara,” ujar Presiden Prabowo saat memberi amanat di Istana Merdeka. Menurut Prabowo, pelantikan secara serentak ini juga menggambarkan besarnya bangsa Indonesia. Prabowo mengatakan Indonesia memiliki demokrasi yang dinamis dan berjalan baik. “Ini juga menunjukkan kepada kita sekalian betapa besar bangsa kita, dan juga bahwa bangsa kita yang demikian besar yang keempat terbesar jumlah penduduk seluruh dunia bahwa kita memiliki demokrasi yang hidup, demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis,” tuturnya. Berdasarkan data Istana Kepresidenan, jumlah kepala daerah yang dilantik mencapai 961 orang, terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota. Pelantikan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan mempercepat pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil seperti Papua Pegunungan. Dengan semangat baru dan komitmen yang kuat, diharapkan para kepala daerah dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya demi kemajuan bangsa. Selama masa kuliahnya di Yogyakarta, ia aktif dalam organisasi, termasuk menjadi ketua Mahasiswa Katolik, yang menunjukkan komitmennya terhadap kepemimpinan dan pengembangan masyarakat. Latar Belakang Pendidikan dan Karir. Mengenal Bupati Spei Yan Bidana Bupati Spei Yan Bidana, ST,M.Si lahir di Pegunungan Bintang, 22 Maret 1977. Setelah menghabiskan masa kanak-kanak dan masa pendidikan dasar di Oklip, Spei melanjutkan pendidikannya ke SMP di Oksibil (lulus 1992) dan SMA YPPK Taruna Bakti Waena di Jayapura (lulus tahun 1995). Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan berhasil meraih gelar master. Selama masa kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta, Spei Bidana banyak terlibat dalam dunia organisasi seperti menjadi ketua Mahasiswa Katolik Papua Yogyakarta-Semarang. Ia juga menjadi pendiri Forum Mahasiswa Teknologi Mineral Papua di Yogyakarta. Setelah pemekaran Kabupaten Pegunungan Bintang dari Kabupaten Jayawijaya, ia kemudian mendirikan organisasi pelajar dan Mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang menempuh pendidikan di pulau Jawa. Setelah menggenggam gelar master (S2) dari universitas paling bergengsi di Indonesia itu, Spei Bidana melangkah dengan pasti pulang mengabdi di kampung kelahirannya di Kabupaten Pegunungan Bintang, yang saat itu baru berusia satu. Kabupaten itu terbentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan 14 Daerah Otonom Baru di Provinsi Papua. Sebelum menjadi bupati, Spei Yan Bidana memiliki pengalaman yang luas di bidang birokrasi.Ia pernah menjabat sebagai staf di Bappeda Pegunungan Bintang, Kasubid Lingkungan Hidup, Kabid Ekonomi, dan Kepala Bappeda Pegunungan Bintang. Sebagai bupati, Spei Yan Bidana memiliki visi besar untuk membangun Kabupaten Pegunungan Bintang. Ia telah melakukan berbagai kebijakan terobosan, seperti membangun Universitas Okmin Papua, memanfaatkan energi Sungai Digul untuk pembangkit listrik, dan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut. Dengan pelantikan ini, Spei Yan Bidana siap untuk melanjutkan kepemimpinannya dan membangun Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi lebih baik. Setelah dianggap matang, Spei Bidana dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Pegunungan Bintang (2014-2015). Ia kemudian di definitifkan menjadi Kepala Bappeda Pegunungan Bintang (2015-2016). Selanjutnya, Nota Dinas Energi dan Pertambangan, Dinas ESDM Provinsi Papua (2016-2018) dan Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Pegunungan Bintang, Provinsi Papua (2018-2020). Berdasarkan pendidikan dan pengalaman yang dimiliknya itu, pada Pilkada Serentak 2020, Spei Yan Bidana pun meninggalkan dunia birokrasi dan terjun bertarung menjadi bupati. Ia menggandeng alm. Piter Kalakmabin (SEPTE). Dalam Pilkada serentak yang digelar Rabu, 9 Desember 2020, SEPTE berhasil memenangkan pesta demokrasi itu dengan perolehan suara fantastis 73.876 suara sah. Sosok Visioner Selama tiga tahun lebih memimpin Kabupaten Pegunungan Bintang, berbagai kebijakan terobosan populis dilakukan Spei Bidana untuk meningkatkan kesejahteraan dan nilai-nilai Sumber Daya Manusia generasi Bumi Okmin. Inilah modal yang mengantarkan Spei Bidana dan Arnold Nam menjadi pemenang Pilkada Serentak Pegubin 27 November 2024 lalu dengan memperoleh suara sebanyak 40.903 suara (42,06 %) dari total suara sah. Di bawah visi besar pembangunan Pegubin yakni Menuju Sehat Cerdas Mandiri Ekonomi Berbasis Budaya dan Tata Ruang, aneka pembangunan nyata telah dilakukan Bupati Spei Bidana bagi rakyatnya. Pertama, di sektor Pendidikan, Spei membangun Universitas Okmin Papua (UOP) tepat 5 bulan sesudah ia dilantik menjadi bupati. Universitas ini kini sedang berkembang dan menghadirkan para mahasiswa dari negara tetangga PNG. Sementara itu, ribuan pelajar dan mahasiswa dibiayainya dengan dana beasiswa selama tiga tahun terakhir. Spei juga menyiapakan guru dan tenaga medis dengan kuliahkan 21o mahasiswa asli Pegunungan Bintang di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Sebuah gebrakan brilian lain dilakukan oleh Bupati Spei Yan Bidana dalam menyiapkan SDM di dunia pendidikan dan kesehatan. Dalam rangka mengatasi kebutuhan tenaga guru dan medis di Pegunungan Bintang, sejak tahun 2021 sebanyak 218 mahasiswa asli Pegunungan Bintang dikirim untuk menjalani studi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah. Kedua, di sektor ekonomi hijau, Spei mengejutkan publik melalui inovasinya di bidang energi terbarukan dengan menghadirkan PLTMH Kalomdol, memanfaatkan energi Sungai Digul yang memasok listrik bagi Okibil dan dua distrik di sekitarnya. Ketiga, di bidang infrastruktur darat dan udara, ratusan kilometer jalan raya telah diaspal dan dibuka untuk menghubungkan antardistrik dan antarkabupaten, belasan lapangan terbang dibangun, dan puluhan jembatan telah terpasang dan dinikmati warga Pegubin saat ini. Visi dan Misi Sebagai Bupati Sebagai Bupati, Spei Yan Bidana memiliki visi untuk memajukan Kabupaten Pegunungan Bintang melalui pembangunan berkelanjutan. Ia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di daerahnya. Tantangan yang Dihadapi Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki tantangan tersendiri, termasuk aksesibilitas dan pengembangan ekonomi lokal. Spei Yan Bidana berencana untuk mengatasi tantangan ini dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif. Harapan untuk Masa Depan Dengan pelantikan ini, diharapkan Spei Yan Bidana dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi masyarakat Pegunungan Bintang. Ia bertekad untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Selamat datang Bupati Spei Bidana dan Wakil Bupati Arnold Nam untuk periode kedua kepemimpinan. Selamat bertugas membangun Pegubin demi rakyat maju jaya. By (Jecky Kalakmabin)