Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:19wib
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 Sinopharm dengan efikasi 78,1 persen. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa mudik Lebaran 2021, baik itu jarak jauh maupun jarak dekat, tetap ditiadakan.
Miris! Di Balik Sate Sianida Ada Janji Usai Dinodai dan Cinta Segi Empat, Netizen: Makanya Jual Mahal, Ga Gampang Wikwikan

Selasa, 04-Mei-2021 08:05

Nani Apriliani Nurjaman pengirim sate sianida
Foto : Infomenia.net
Nani Apriliani Nurjaman pengirim sate sianida
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Antara geram dan miris. Begitulah kira-kira respons warganet terhadap kasus sate beracun yang salah alamat dan menyebabkan keluarga driver ojol yang menjadi korban. 

Terungkap di antara pelaku dan lelaki yang dicintai (berinisial T) ada pula pria lain yang menyukai pelaku serta menyarankan mengirim racun sianida.

Di sisi lain, ada fakta miris karena pelaku ternyata merasa sakit hati akibat ulah sosok lelaki yang hendak diracun gegara pernah mau dinikai usai dinodai.  

Komentar warganet menanggapi berita heboh tersebut tercermin seperti dalam akun FB Mak Lambe Turah, Selasa 4 Mei 2021. 

MLT: "Itu makanya penting jadi wanita jangan murahan, asal dengar janji manis langsung Nyooohhh. Jual mahal lah, ga segampang wikwikan. Persoalannya kalo masuk angin itu susahnya, sama pria beristri pula. Orang laki mah udah kaya kucing garong, ngeong ngeong aja dimana dan kemana, tinggal gimana kita nya ini harus bertahan. Persoalan salah, yah salah semua tp minimal kita harus bertanggung jawab thd kehormatan diri sendiri

Zameer Poetra Tegil: "Lapor kan Saja Juga Si "T" Dengan Pasal Penipuan n Penodaan/pencabulan, Biar di Hukum jg n Di pecat Jadi PNS nya."

Ade Yusuf: “Mak... Wikwikan tuh apa?”

Tuty Handayani: “T jg krg ajar.”

Akmal Ibnu Djamil: “Kasihan yang korbannya ojol gak tau apa apa.”

Sebelumnya diberitakan, baru-baru ini terkuak motif Nani Apriliani Nurjaman mengirim sate sianida kepada mantannya. Nani sang pengirim sate sianida ini ternyata mengaku sakit hari karena ditinggal menikah oleh pria inisial T.

Pengirim sate ayam yang mengandung sianida ini beralamat KTP di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat.

Akibat ulahnya ini, Nani terancam hukuman mati. Adapun korbannya yakni seorang bocah, anak dari ojol yang mengantarkan sate sianida itu.

Karena T menolak dan mengaku tak kenal, sate itu dibawa pulang oleh ojol warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, jawa Tengah.

Sate itu dimakan oleh dirinya, istri serta anaknya. Akibat mengonsumsi sate tersebut, Naba Faiz Prasetya yang masih berusia 10 tahun pun akhirnya meninggal dunia.

Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan bahwa Nani sakit hati karena ternyata targetnya, yakni T, menikah dengan orang lain. Selain itu, tersangka sakit hati karena sudah dinodai dan berjanji akan dinikahi T.

"Pernah berhubungan dulu sebelum nikah. Target T sedang kita dalami. (Profesi target) Pegawai negeri," ujarnya seperti dikutip akun Imstagram @warungjurnalis.

Faktanya, Nani ternyata ditinggal menikah oleh T usai meraaa harga dirinya ternodai. Pihak kepolisian pun mengatakan bahwa pembunuhan sudah direncanakan oleh Nani alias Tika ini.

Dinukil Terkini.id, pemesanan racun KCn atau kalium sianida dilakukan beberapa hari sebelumnya. Pemesanan dilakukan melalui e-commerce. Polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya helm, sandal, uang tunai Rp 30.000, hingga dua sepeda motor.

Kini, Nani dijerat Pasal 340 KUHPl sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang perlindungan anak. Sang pengirim sate sianida ini pun diacam oleh hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

Cinta Segi empat

Selain itu, Polisi juga menyebut ada pria berinisial R di balik aksi Nani Aprilliani (25) mencampurkan racun sianida ke makanan. 

Motif takjil sate beracun ini pun karena Nani sakit hati dengan Tomy yang sudah menikahi wanita lain.Sementara R disebut polisi menyukai Nani. Nani sendiri mengaku tidak suka dengan R. Lantas apakah ada cinta segi empat?

"Saya belum menyimpulkan sampai situ," kata Direskrimum Polda DIY, Kombes Burkan Rudy Satria saat dimintai seperti dinukil detik.com, Senin (3/5/2021).

Burkan menyebut saat ini pihaknya masih memburu R yang disebut menyarankan Nani memberi pelajaran kepada Tomy dengan memberikan kalium sianida yang dicampur dengan makanan. Polisi pun masih memburu sosok R itu.

"Belum, kita belum ada tanda-tanda (sosok R)," jelas Burkan.

Sementara itu saat ditanya hubungan Nani dengan Tomy, Burkan juga belum banyak memberikan keterangan. Pihaknya mengaku belum mendalami berapa lama hubungan antara Nani dengan Tomy si target penerima takjil sate beracun.

"Saya belum menggali sejauh itu. Ngomongnya masih sepotong-sepotong," jelas Burkan ketika ditanya lama hubungan antara Nani dengan Tomy.

Aksi Nani mencampurkan racun sianida ke makanan ini ternyata disarankan oleh R. R disebut merupakan salah seorang pelanggan salon, tempat Nani bekerja.

"Kemudian ada salah satu pelanggan salon berinisial R yang suka terhadap tersangka (Nani). Tetapi tersangka tidak suka dengan R. Karena tersangka menyukai pelanggan lain T (Tomy)," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi, Senin (3/5).

Ngadi menyebut setiap Nani dan Tomy memiliki permasalahan, tersangka selalu bercerita kepada R. Hingga akhirnya R menyarankan Nani untuk memberikan pelajaran lewat makanan yang dicampur dengan kalium sianida (KCN).

"Akhirnya tersangka mengikuti anjuran R dengan jalan membeli KCN secara online. KCN tersebut kemudian dicampurkan di dalam bumbu sate ayam yang sudah dibeli sebelumnya oleh tersangka," ujarnya.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menambahkan bahwa racun sianida tersebut dipesan oleh Nani melalui aplikasi online, pada 28 Maret 2021. Dalam riwayat pembelian melalui e-commerce itu pesannya sodium sianida.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Widita Fembrian