JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menjadi sorotan pasar pada Jumat (3/10/2025). Berdasarkan catatan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam stabil di level Rp 2.235.000 per gram, sementara harga beli kembali atau buyback juga bertahan pada level Rp 2.082.000 per gram. Meski kemarin terpantau stagnan, pergerakan emas batangan dalam sepekan terakhir menunjukkan dinamika yang menarik, sekaligus membuka ruang optimisme bagi investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai. Sebelumnya, pada Kamis (2/10), harga emas sempat terkoreksi tipis hingga Rp 2.000 dan bergerak turun ke level Rp 2.235.000 per gram. Namun secara umum, tren kenaikan masih terasa kuat. Dalam sepekan terakhir saja, harga emas Antam sempat mencetak rekor kenaikan hingga Rp 12.000 per gram pada Selasa (30/9), yang membawa harga ke kisaran Rp 2.234.000 per gram. Keesokan harinya, Rabu (1/10), logam mulia ini kembali menguat Rp 3.000 hingga berada di level Rp 2.237.000 per gram. Fluktuasi ini menjadi tanda bahwa pasar emas tengah berada dalam momentum reli yang sehat, meski sesekali terjadi koreksi. Pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi (mengutip investor.id), memperkirakan harga emas batangan Antam akan bertahan kuat sepanjang pekan, bahkan berpotensi menembus level Rp 2.300.000 per gram pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Lebih jauh, ia juga menyampaikan proyeksi yang cukup berani untuk akhir tahun. Menurut Ibrahim, harga emas Antam bisa saja melonjak hingga menyentuh Rp 3.000.000 per gram. Optimisme ini bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utamanya adalah dorongan dari pasar global, di mana harga emas dunia diprediksi dapat menembus level psikologis US$ 4.000 per troy ounce pada bulan ini. Jika pada akhir tahun harga emas dunia benar-benar mencapai kisaran US$ 4.150, maka kemungkinan besar harga emas batangan Antam akan menyentuh angka Rp 3 juta per gram. Selain sebagai instrumen investasi, emas juga memiliki karakter unik sebagai aset safe haven yang tahan terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Dengan situasi global yang masih dihantui ketidakstabilan geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, banyak analis melihat bahwa emas akan tetap menjadi pilihan utama investor. Bagi masyarakat Indonesia, tren kenaikan ini tentu memberikan dorongan positif bagi mereka yang telah lama berinvestasi di logam mulia, sekaligus menjadi sinyal bagi calon pembeli untuk lebih cermat dalam menentukan waktu masuk pasar. Namun, bagi yang ingin bertransaksi emas batangan Antam, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan. Harga jual emas Antam dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% untuk pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 3% bagi mereka yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback, sehingga hasil yang diterima penjual sudah bersih. Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pemerintah juga menetapkan aturan pemotongan pajak. Sesuai dengan PMK yang sama, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian emas batangan pun disertai dengan bukti potong PPh 22, sehingga investor tetap memiliki kepastian hukum sekaligus bukti pembayaran pajak yang sah. Meski aturan pajak ini sering dianggap sebagai beban tambahan, bagi sebagian investor justru menjadi tanda bahwa pasar emas di Indonesia telah diatur dengan baik dan transparan. Dengan regulasi yang jelas, para investor memiliki perlindungan dalam melakukan transaksi sekaligus mendukung penerimaan negara dari sektor investasi emas. Melihat kondisi ini, banyak pihak menilai bahwa momentum saat ini bisa menjadi waktu yang menarik untuk mempertahankan investasi emas atau bahkan menambah portofolio. Harga yang stabil di kisaran Rp 2,2 juta per gram dianggap sebagai titik awal yang sehat sebelum potensi kenaikan lebih tinggi pada akhir tahun. Bagi investor jangka panjang, proyeksi harga emas dunia yang bisa menembus US$ 4.150 tentu menjadi peluang emas dalam arti sebenarnya. Stabilnya harga emas Antam di level Rp 2.235.000 pada awal Oktober 2025 menjadi cermin bahwa pasar emas Indonesia masih kuat di tengah gejolak global. Dengan proyeksi optimistis dari analis yang memprediksi lonjakan hingga Rp 3 juta per gram, emas Antam tetap menjadi primadona investasi bagi masyarakat. Namun, investor juga perlu mencermati aspek regulasi pajak agar tidak salah perhitungan dalam transaksi. Dengan strategi yang tepat, emas batangan tetap menjadi instrumen andalan untuk menjaga nilai kekayaan di masa depan. (Sumber : investor.id)