JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Magang Nasional 2025 adalah inisiatif pemerintah untuk membuka peluang kerja sementara bagi lulusan baru perguruan tinggi. Program ini ditujukan agar lulusan memperoleh pengalaman di dunia kerja, sekaligus membantu transisi dari kampus ke industri. Berikut detail tentang jadwal, syarat, dan ketentuan yang telah diumumkan: Jadwal Magang Nasional 2025 Pendaftaran resmi program magang dibuka 15 Oktober 2025 melalui platform “Siap Kerja”. Perusahaan juga diwajibkan mendaftar ke platform yang sama untuk membuka posisi magang. Program magang akan dilaksanakan pada kuartal IV 2025, dengan durasi 6 bulan. Kuota peserta tahap awal ditargetkan 20.000 orang. Syarat Program Magang Nasional 2025 Berikut daftar syarat yang sudah diumumkan: 1. Lulusan Perguruan Tinggi Berasal dari jenjang S1, D3, atau setara. 2. Fresh Graduate atau maksimal 1 tahun setelah kelulusan Peserta magang harus sudah lulus paling lambat satu tahun sebelum pendaftaran. 3. Tidak ada batasan usia Siapapun yang memenuhi status fresh graduate bisa ikut meskipun usianya sudah di atas biasa. 4. Masa magang 6 bulan penuh Peserta wajib mengikuti program selama enam bulan tanpa interupsi. 5. Gaji / uang saku setara UMP daerah tempat penempatan Peserta akan mendapatkan kompensasi sesuai Upah Minimum Provinsi di wilayah penempatan. 6. Kuota terbatas Tahap pertama ditetapkan untuk 20.000 peserta. 7. Perusahaan mitra swasta atau BUMN Program terbuka bagi perusahaan swasta maupun BUMN yang akan bekerja sama dengan perguruan tinggi. 8. Link-and-match antara kampus dan industri Penempatan peserta akan didasarkan pada kesesuaian jurusan, kompetensi, dan kebutuhan perusahaan mitra. Ketentuan Tambahan & Catatan Penting Program ini bukan bantuan sosial, melainkan pembukaan lapangan magang berbayar. Untuk daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), pemerintah pusat akan mengatur penempatan khusus agar tetap tertangani. Perusahaan tidak ditanggung membayar gaji peserta; biaya upah akan ditanggung pemerintah melalui alokasi anggaran. Agar proses pendaftaran transparan, pemerintah menyiapkan platform digital yang akan digunakan sebagai pusat pendaftaran dan pemadanan data. Detail teknis (dokumen, seleksi, penempatan) masih dalam finalisasi oleh kementerian terkait.