JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertemu dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) untuk mendorong penguatan hubungan perdagangan dan kerja sama bisnis antara Indonesia dan AS melalui forum Business 20 (B20). Dalam pertemuan tersebut, Budi menyampaikan bahwa peluang kolaborasi dengan pelaku usaha AS masih terbuka luas, mulai dari pengembangan industri hilir, peningkatan produksi bernilai tambah, hingga pengembangan pemasok. Kerja sama juga dapat diperluas ke sejumlah bidang strategis, termasuk logam tanah jarang (rare earths) dan energi terbarukan. "Kami melihat masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat. Pertemuan itu berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers' Meeting/TMM) di Milwaukee, Wisconsin, AS. Salah satu pembahasan yang turut disampaikan Budi adalah perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama kalangan dunia usaha AS. Budi berharap kesepakatan tersebut dapat segera diterapkan sehingga manfaatnya bisa dimanfaatkan oleh kedua negara. Sementara itu, Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif langkah untuk mempererat hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Ia menjelaskan bahwa B20 memiliki empat agenda utama, yakni mengurangi kebijakan yang menjadi hambatan perdagangan, melakukan modernisasi terhadap WTO, menghapus bea perdagangan digital, serta memperkuat investasi lintas batas. Selain itu, pelaku usaha AS juga menawarkan kerja sama dalam bidang peningkatan kapasitas dan sistem pembayaran digital untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.