JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Aktivitas distribusi logistik nasional diperkirakan meningkat selama bulan Ramadan seiring dengan tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan transaksi perdagangan online. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) memproyeksikan volume pengiriman pada periode Ramadan dapat meningkat sekitar 10% hingga 20% dibandingkan periode normal. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh distribusi berbagai komoditas seperti makanan dan minuman, produk Fashion, hampers Lebaran, serta kebutuhan rumah tangga yang mengalami lonjakan permintaan menjelang Idul Fitri. Dalam praktik distribusi nasional, dua kota yang memiliki peran penting dalam mendukung arus logistik tersebut adalah Jakarta dan Surabaya. Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta menjadi titik awal distribusi berbagai jenis barang menuju kota-kota besar di seluruh Indonesia. Aktivitas industri, perdagangan, dan e-commerce membuat kebutuhan layanan ekspedisi Jakarta terus meningkat, terutama untuk pengiriman cargo dalam jumlah besar maupun distribusi antar pulau. Di sisi lain, Surabaya berperan sebagai hub logistik utama yang menghubungkan distribusi barang dari Pulau Jawa menuju wilayah Indonesia Timur. Dukungan Pelabuhan Tanjung Perak menjadikan kota ini sebagai pusat konsolidasi pengiriman cargo menuju Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Hal ini membuat layanan ekspedisi Surabaya menjadi jalur distribusi penting bagi pelaku usaha yang melakukan pengiriman barang dalam skala besar. MUAT Cargo sebagai perusahaan logistik yang aktif menangani pengiriman antar kota besar di Indonesia mencatat bahwa permintaan pengiriman barang biasanya mulai meningkat sejak awal Ramadan hingga menjelang periode Lebaran. “Setiap periode Ramadan kami biasanya melihat peningkatan aktivitas pengiriman, terutama untuk distribusi barang dari Jakarta menuju berbagai daerah serta konsolidasi pengiriman melalui Surabaya ke wilayah Indonesia Timur. Jalur ini menjadi salah satu backbone distribusi logistik nasional,” ujar Gery, selaku Head of Operational MUAT Cargo. Dalam operasionalnya, MUAT Cargo menangani berbagai kebutuhan pengiriman cargo melalui kombinasi moda transportasi darat dan laut, menyesuaikan jenis barang, volume muatan, serta tujuan pengiriman. Proses ini memungkinkan pengiriman barang dalam jumlah besar dapat didistribusikan secara lebih efisien ke berbagai wilayah di Indonesia. Dengan meningkatnya aktivitas perdagangan selama Ramadan, peran kota-kota logistik utama seperti Jakarta dan Surabaya diperkirakan akan terus menjadi pusat pergerakan distribusi nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan pengiriman cargo bagi pelaku usaha di berbagai sektor industri.