JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi melepas bisnis teh bermerek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa. Nilai transaksi divestasi ini mencapai Rp1,5 triliun, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar Unilever Indonesia pada awal 2026. PT Savoria Kreasi Rasa dikenal sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) lokal yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Dengan demikian, bisnis teh legendaris yang telah lama melekat di masyarakat Indonesia itu kini berada di bawah payung konglomerasi Djarum. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menyampaikan bahwa pengalihan bisnis ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, langkah tersebut akan membuka ruang bagi Sariwangi untuk memasuki fase pertumbuhan baru. “Transaksi ini memperkuat posisi Sariwangi untuk melanjutkan pengembangan bisnisnya. Bagi Unilever Indonesia, divestasi ini sejalan dengan strategi optimalisasi portofolio agar lebih fokus pada kategori dengan skala besar dan peluang pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Benjie Yap dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/1/2026). Unilever menargetkan penyelesaian transaksi pada semester pertama 2026, setelah seluruh persyaratan penutupan terpenuhi. Sebelumnya, Unilever Indonesia mengakuisisi Sariwangi pada 1989 dan menjadikannya pionir produk teh celup di Tanah Air. Pemilik Grup Djarum Di balik akuisisi tersebut, publik kembali menyoroti sosok pemilik Grup Djarum. Konglomerasi ini dikendalikan oleh Hartono Bersaudara, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Keduanya merupakan generasi kedua yang melanjutkan usaha rokok Djarum, yang dirintis oleh sang ayah, Oei Wie Gwan. Seiring waktu, Grup Djarum berkembang pesat dan tidak lagi hanya berkutat di industri tembakau. Saat ini, gurita bisnis Grup Djarum mencakup sektor perbankan, elektronik, teknologi digital, properti, ritel, hingga kendaraan listrik. Salah satu investasi terbesar mereka adalah kepemilikan saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Berkat portofolio bisnis tersebut, R Budi Hartono dan Michael Hartono dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2025 versi Forbes. Total kekayaan keduanya tercatat sebesar USD43,8 miliar atau setara Rp731,10 triliun dengan asumsi kurs Rp16.692 per dolar AS. Namun demikian, nilai kekayaan Hartono Bersaudara tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD50,3 miliar. Meski begitu, kontribusi terbesar kekayaan mereka tetap berasal dari investasi strategis di BCA. Detail Transaksi Penjualan Sariwangi Unilever Indonesia menjual bisnis teh Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis atau Business Transfer Agreement (BTA) pada 6 Januari 2026. Corporate Secretary Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menjelaskan bahwa pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi langsung dengan perseroan. Penyelesaian transaksi direncanakan pada 2 Maret 2026 atau tanggal lain yang disepakati kedua belah pihak. “Nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 di luar pajak,” ungkap Padwestiana dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Penilaian independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan menunjukkan nilai pasar bisnis tersebut sebesar Rp1,488 triliun. Angka transaksi ini setara dengan 45 persen dari total ekuitas Unilever Indonesia per 30 September 2025. Dari sisi kontribusi keuangan, bisnis teh Sariwangi mencatatkan porsi aset sebesar 2,5 persen, laba bersih 3,1 persen, dan pendapatan usaha 2,7 persen terhadap keseluruhan kinerja perseroan. Mengacu pada Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, transaksi ini tergolong transaksi material namun tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Padwestiana menegaskan bahwa pelepasan bisnis teh ini tidak berdampak signifikan terhadap operasional maupun kelangsungan usaha Unilever Indonesia. Sebaliknya, langkah tersebut memberi ruang bagi perseroan untuk memaksimalkan nilai investasi dan memperkuat fokus pada bisnis inti. Sumber: Unilever Indonesia