NETRALNEWS.COM - Para pemimpin Muslim menyadari bahwa mereka perlu kembali ke doktrin AlQur'an dan Sunnah, sehingga mereka datang dengan ide untuk menggunakan sistem ekonomi berdasarkan hukum Islam, atau sistem ekonomi Islam. Kesadaran ini muncul karena mereka menyadari bahwa perekonomian yang berjalan selama ini belum membawa perbaikan kondisi perekonomian, khususnya di negara-negara Muslim, yang justru menyumbang kemiskinan yang cukup besar. Realisasi dari hal ini menyebabkan munculnya ekonomi Islam sebagai jawaban atas permasalahan yang terjadi di negara-negara Muslim. Selain sistem ekonomi syariah yang digunakan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga dapat secara efektif mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, hal ini dapat memberikan peluang bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. Dalam proses peningkatan pertumbuhan usaha yang dijalankannya, pelaku UMKM tentunya akan menemui kendala. Salah satu kendala yang dihadapi oleh usaha kecil, menengah dan mikro adalah terkait permodalan. Sebagian besar kendala yang dihadapi oleh usaha kecil, menengah dan mikro terkait dengan manajemen mereka ketika mengajukan permohonan tambahan dana dari industri perbankan. Dalam rangka mengimplementasikan syariat Islam dalam kehidupan ekonomi Islam, perlu dilakukan perubahan cara berpikir dari sistem ekonomi kapitalis ke sistem ekonomi syariah termasuk masalah bisnis. Karena dunia bisnis tidak terlepas dari etika bisnis. Saat ini banyak perilaku bisnis yang tidak etis dalam berbisnis. Contoh nyata penerapan etika bisnis misalnya perusahaan biskuit Australia Arnotts yang berani menarik seluruh produknya sekalipun ada orang yang memberitahu produk mana saja yang beracun asal diberi sejumlah uang. Perusahaan ini lebih senang apabila menarik produknya demi keselamatan konsumennya serta dampaknya luar biasa karena enam bulan setelahnya pendapatan perusahaan mengalami kenaikan sebanyak tiga kali lipat. Berangkat dari hal diatas, penelitian ini bertujuan untuk menegaskan bahwa penerepan Etika Bisnis sangat berpengaruh dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal ini adalah UMKM. Sudut pandang baru yang dihadirkan dalam penelitian ini adalah etika bisnis Islam sebagaimana yang terdapat dalam ajaran ekonomi Islam seperti nilai kejujuran, keadilan dan Tanggung jawab. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pembahasan jurnal ini menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka atau literatur review. Data dikumpulkan dengan mencari artikel yang relevan dengan pembahasan. Data yang terkumpul kemudian dianalisi, dipilah dan dideskripsikan berdasarkan focus permasalah penelitian ini yakni pengaruh etika bisnis Islam guna untuk meningkatkan kinerja UMKM. Hasil dan Pembahasan Persepsi pelaku UMKM terhadap Etika Bisnis Islam Persepsi pelaku Unit Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap etika bisnis dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu jujur saat menakar ataupun menimbang, menjual barang yang halal serta baik, tidak menyembunyikan apabila adanya kecacatan pada produk yang dijual, tidak menjelek-jelekan usaha orang lain, membayar zakat maal, membayar upah karyawan secara tepat waktu, tidak adanya paksaan dalam melakukan bisnis, mencatat seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keuangan, aktivitas bisnis terhindar dari riba, mengutamakan ibadah dibandingkan dengan bisnis. Dalam melakukan usaha juga masih banyak pelaku usaha yang masih menyembunyikan cacat atas barang yang dijualnya hal ini terjadi diakibatkan pelaku UMKM merasa tidak perlu menjelaskan jika konsumen tidak bertanya mengenai kekurangan produk yang dijual. Terdapat pula indikator mengenai jujur dalam menakar dan menimbang tetapi hal ini juga masih ada kecurangan didalamnua disebabkan tidak ada takaran yang tepat dalam menyajikan suatu produk seperti produk makanan yang langsung disajikan sehingga ukurannya hanya diperkirakan saja serta jumlahnya tidak diukur secara tepat. Pelaku UMKM juga memiliki persepsi mengenai etika bisnis Islam seperti berbagai tindakan ataupun keputusan disebut sebagai etika Islam bergantung pada niat individu yang melakukannya, niat baik yang diikuti dengan tindakan yang baik pula akan dihitung sebagai ibadah sehingga niat yang halal tidak akan dapat mengubah tindakan yang haram menjadi halal, keputusan yang menguntungkan kelompok baik mayoritas bahkan minoritas tidak secara langsung berarti bersifat etika Islam dalam dirinya dikarenakan etika bukanlah hal yang mengenai jumlah serta dalam Islam menggunakan pendekatan terbuka terhadap etika bukan sebagai sistem yang terutup dan berorientasi diri sendiri dikarenakan egoisme tidak dapat mendapat tempat dalam ajaran Islam. Peran Etika Bisnis terhadap Kinerja UMKM Peran etika bisnis dalam kegiatan bisnis sangat penting, apalagi di masa sekarang ini, kriteria keberhasilan bisnis tidak hanya berdasarkan moralitas dan manajemen yang baik, tetapi juga pada penerapan etika bisnis sehingga dapat menjaga kualitas memenuhi tuntutan semua pasar yang diterima dan dianggap baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, para pelaku UMKM harus menghindari perilaku buruk dalam berbisnis, seperti penyalahgunaan undang-undang dan peraturan. Peran tersebut akan berjalankan dengan baik apabila beberapa prinsip dari etika binsis ini diterapkan dalam suatu usaha yaitu Pertama, Prinsip otonomi prinsip ini dibuktikan harus adanya tanggung jawab moral dari suatu usaha guna untuk mengedepankan kualitas dari usaha tersebut. Kedua, prinsip kejujuran ialah dalam kegiatan usaha kejujuran merupakan modal yang penting dalam mengembangakan usaha. Banyak pelaku UMKM gulung tikar dikarenakan tidak menerapkan prinsip kejujuran karena lebih mementingkan internal usahanya dibandingkan memikirkan para konsumennya. Ketiga, Prinsip keadilan pada prinsip ini menekankan untuk tidak membeda-bedakan dan harus terus bersikap adil. Maksudnya yaitu dengan berlaku adil dalam menjalankan suatu usaha maka tidak akan merugikan salah satu pihak. Keempat, Prinsip saling menguntungkan dalam prinsip ini juga harus diterpak oleh pelaku usaha dikarenakan ketika kedua belah pihak yaitu pelaku UMKM dengan konsumen bisa saling menguntungkan maka akan dapat memajukan usaha tersebut. Kelima, Prinsip integritas moral merupakan tuntutan internal dari pelaku UMKM agar dalam menjalankan usaha yang dimiliknya tetap menjaga nama baiknya serta nama baik usaha yang sedang dijalankannya. Keenam, Prinsip kelestarian lingkungan hidup ialah dalam melakukan usaha harus berusaha menjaga lingkungan disekitar tempat berdirinya usaha tersebut dikarenakan pada era sekarang banyak yang mementingkan usahanya saja tanpa memperdulikan lingkungan disekitarnya seperti membuang limbah disungai, dsb. Ketujuh, Prinsip keselamatan konsumen menjelaskan bahwasanya setiap menjalankan usaha harus memperhatikan keselamatan bagi para konsumen. Penerapan Etika Bisnis Islam Dalam UMKM Dalam menerapkan etika bisnis Islam yang perlu dilakukan yaitu pertama, perbaikan kesadaran baru yang mengenai bisnis, pandangan terhadap etika bisnis sebagai bagian yang tak terpisahkan atau menyatu yang merupakan struktur fundamental sebagai perubahan tanggapan dan pemahaman yang mengenai kesadaran sistem bisnis amoral di masyarakat. Kedua, harus dipertimbangkan dalam menerapkan etika bisnis untuk membangun tatanan bisnis Islam yaitu dengan cara melakukan kajian keilmuan yang membahas mengenai bisnis dan ekonomi yang berfokus pada paradigma pendekatan normatif etik dan empiric induktif dengan mengedepankan penggalian dan juga pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an, agar mampu mengatasi perubahan akibat pergeseran zaman yang semakin cepat. Dalam penerapan etika bisnis Islam merupakan kriteria yang sangat baik, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dikembangkan lagi walaupun telah memasuki kriteria yang sangat baik. Akan tetapi terdapat permasalahan yang perlu untuk diperbaiki yaitu, kurangnya konsisten pelaku usaha mikro dalam mecatat berbagai hal yang terkait dengan usahanya tersebut, karena dengan mencatat akan dapat menghidarkan dari sesuatu yang tidak diinginkan. Pelaku UMKM dapat menerapkan dengan membuka sarana complain dan mencatatnya kemudian melakukan evaluasi dengan berdasarkan catatan keluhan konsumen, karena hal ini dapat bermanfaat pada hubungan antara penjual dan pembeli, agar dapat memaksimalkan usahanya. Dalam melaksanakan etika bisnis tidak bisa lepas dari norma. Sebagai etika khusus atau etika terapan yang memiliki prinsip-prinsip dalam penerapan etika tersebut. Dalam hal ini UMKM telah melaksanakan konsep-konsep etika bisnis diantaranya, yaitu: 1. Kejujuran Merupakah salah satu prinsip etika bisnis. Dalam hal berbisnis kejujuran berkaitan dengan beberapa hal berikut ini, a. Kejujuran sangat penting dalam menjaga kelangsungan hubungan bisnis dengan para relasi. b. Menciptakan kepercayaan dan kepuasan konsumen dalam kesesuaian mutu dan harga. Mampu menjaga hubungan kerja antar individu dengan adanya kejujuran. c. Jujur dalam kualitas barang. 2. Tanggung Jawab Merupakan salah satu tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan sebuah kewajiban. Sebagai pengelola maupun pelaku jasa, tanggung jawab merupakan sikap yang wajib dimiliki oleh manusia, karena hal ini menyangkut pada kredibilitas yang melibatkan kepuasan konsumen. Karena semakin kita tanggap dan responsif terhadap konsumen maka akan meningkatkan kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang telah diberikan. 3. Bersaing Secara Sehat Merupakan persaingan yang mengedepankan etika. Persaingan ini dilandasi dengan nilai-nilai moral yang baik. 4. Ramah Sikap ramah ini dapat meningkatkan jalinan komunikasi dan loyalitas konsumen, maka sangat penting menggunakan dan mengelola kata dalam mengekspresikan keramahan. 5. Peduli dengan Pelanggan Kepedulian terhadap konsumen dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap pelaku UMKM, karena dengan memperhatikan permasalahan yang dihadapi konsumen dan sebisa mungkin untuk menyelesaikan permasalahan dan memberikan Solusi kepada konsumen tersebut. KESIMPULAN Persepsi para pelaku Unit Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap etika bisnis dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya yaitu jujur saat menakar ataupun menimbang, menjual barang yang halal serta baik, tidak menyembunyikan apabila adanya kecacatan pada produk yang dijual. Serta etika bisnis memiliki peran dalam kegiatan usaha memiliki kedudukan yang sangat penting. Peran tersebut akan berjalan dengan baik apabila etika bisnis menerapkan beberapa prinsip dalam suatu usaha. Dalam menerapkan etika bisnis Islam yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perbaikan kesadaran baru yang mengenai bisnis. Dalam penerapan etika bisnis Islam menunjukkan pengaruh yang baik, dan berpengaruh posistif dalam meningkatkan UMKM. (Penulis: Aula Nazilah Mujahid_Manajemen Bisnis Syariah_2025_Institut SEBI)