DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster optimistis pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Jembrana dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bali. “Program ini sangat luar biasa, ini akan menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia yang akan mengembangkan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para nelayan di Bali,” kata Gubernur Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Rabu. Keyakinan tersebut disampaikan Koster saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara peletakan batu pertama pembangunan PPN Pengambengan. Dalam kesempatan itu, Koster turut menceritakan hubungan pertemanannya dengan Trenggono yang telah terjalin sejak keduanya menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1981. Menurutnya, mereka sama-sama pernah menjalani masa sulit dan hidup dalam keterbatasan. Koster mengatakan hubungan tersebut kini berkembang menjadi sinergi dalam pembangunan. Ia menilai Trenggono memiliki kepedulian besar terhadap pengembangan ekonomi berbasis kelautan. Latar belakang kehidupan yang pernah dilalui, menurut Koster, turut membuat Trenggono memiliki perhatian terhadap masyarakat kecil dan kaum marhaen. Pengembangan sektor kelautan itu menjadi bagian dari transformasi ekonomi Bali melalui konsep Ekonomi Kerthi Bali. Kebijakan tersebut diarahkan agar perekonomian daerah tidak terlalu bergantung pada pariwisata yang dinilai rentan terhadap berbagai faktor eksternal. “Pertama adalah sektor pertanian dengan sistem pertanian organik, dua adalah sektor kelautan perikanan, tiga adalah sektor industri manufaktur dan industri berbasis budaya branding Bali, empat adalah ekonomi sektor koperasi, IKM, UMKM, kelima ekonomi kreatif dan digital, dan keenam baru pariwisata,” ujar gubernur. PPN Pengambengan nantinya dikembangkan sebagai kawasan perikanan terpadu yang mencakup seluruh rangkaian kegiatan dari hulu hingga hilir. Fasilitas tersebut akan melayani kapal, menangani hasil tangkapan, mengolah produk perikanan, hingga mendukung kegiatan pemasaran sehingga tercipta iklim usaha yang kompetitif. “Mewakili Pemprov Bali dan masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah mewujudkan program ini, PPN Pengambengan ini sudah menjadi keinginan Pemprov Bali sejak lama, yaitu membangun perekonomian Bali berbasis kelautan,” sambungnya. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan PPN Pengambengan merupakan pelabuhan perikanan nasional kedua yang dibangun setelah PPN Kejawanan di Cirebon. Pembangunan PPN Pengambengan memiliki nilai proyek mencapai Rp1,2 triliun. Besarnya investasi tersebut, menurut Trenggono, mempertimbangkan kapasitas pelayanan kapal serta posisi geografis pelabuhan yang berdekatan dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718. Wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. “Harapannya, di sini menjadi tempat premium fish yang bisa langsung ditujukan untuk ekspor,” ucapnya. Pembangunan pelabuhan perikanan di Jembrana itu ditargetkan selesai pada akhir 2028 atau awal 2029.