JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Harga emas diperkirakan masih berpotensi naik tipis pada perdagangan Selasa, 5 November 2025, setelah logam mulia mengalami penguatan terbatas sehari sebelumnya. Berdasarkan data perdagangan 4 November, emas ANTAM ditutup di Rp2.286.000 per gram, naik Rp8.000 dari hari sebelumnya. Analis pasar memperkirakan tren kenaikan kecil ini masih akan berlanjut, meski dibayangi fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah serta pergerakan harga emas dunia. Tren Emas Global Masih Positif Harga emas dunia di pasar spot pada Senin malam waktu New York ditutup menguat di kisaran US$ 2.380 per troy ounce, naik sekitar 0,3 persen. Penguatan ini terjadi setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan inflasi inti, sehingga menekan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed. Jika tren pelemahan dolar berlanjut, maka harga emas domestik berpotensi menembus level Rp2,290 juta hingga Rp2,300 juta per gram pada 5 November 2025. Ekonom Komoditas LPEI, R. Suryawan, menilai pasar mulai mengantisipasi perubahan kebijakan moneter global. “Harga emas saat ini berada pada fase konsolidasi menuju penguatan. Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan The Fed memangkas suku bunga pada kuartal I 2026,” katanya. Prediksi Harga Emas ANTAM 5 November 2025 Untuk hari Selasa (5/11/2025), harga emas ANTAM diperkirakan bergerak naik tipis di kisaran Rp2.293.000 per gram, atau sekitar Rp7.000 lebih tinggi dibandingkan harga 4 November. Peningkatan juga diperkirakan terjadi pada pecahan kecil dan besar. Emas ukuran 0,5 gram diprediksi naik menjadi sekitar Rp1.198.000, sedangkan emas 2 gram bisa mencapai Rp4.526.000. Untuk pecahan 10 gram, harga kemungkinan bergerak menuju Rp22,420.000. Sementara itu, harga buyback emas ANTAM atau harga jual kembali diperkirakan naik dari Rp2.151.000 menjadi Rp2.158.000 per gram. Kenaikan ini masih bersifat moderat, namun menandakan sentimen positif dari pasar domestik. Faktor Penentu Kenaikan atau Koreksi Ada beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas pada pekan ini: 1. Pergerakan dolar AS. Jika dolar AS melemah karena ekspektasi pemangkasan suku bunga, maka harga emas akan mendapat dorongan tambahan. 2. Permintaan domestik. Menjelang musim liburan dan bonus akhir tahun, permintaan emas fisik di Indonesia biasanya meningkat. 3. Harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak dapat memicu kekhawatiran inflasi baru, yang biasanya membuat investor kembali melirik aset safe haven seperti emas. Rekomendasi bagi Investor Bagi investor jangka pendek, harga Rp2,290 juta per gram bisa menjadi level jual menarik jika target keuntungan 0,3–0,5 persen sudah tercapai. Namun untuk investor jangka panjang, momentum November ini masih layak dimanfaatkan untuk akumulasi, sebab prospek penguatan emas global masih terbuka hingga awal 2026. Sementara bagi pembeli tabungan emas atau logam mulia fisik, disarankan memperhatikan selisih harga jual dan buyback yang masih cukup lebar sekitar Rp130 ribu per gram agar tidak merugi jika menjual dalam waktu dekat. Pertimbangan Tren Global Dan Makro-ekonomi Dengan mempertimbangkan tren global, kondisi makroekonomi, dan permintaan lokal, harga emas ANTAM pada 5 November 2025 diprediksi naik tipis di kisaran Rp2.293.000 per gram. Kenaikan ini diperkirakan bersifat jangka pendek, namun sinyal positif dari pasar menunjukkan bahwa prospek emas masih kuat menjelang akhir tahun.