MEDAN, NETRALNEWS.COM - Bank Indonesia (BI) menyatakan aktivitas usaha yang mulai pulih di Sumatera Utara (Sumut) adalah industri karet, industri makanan dan minuman, kimia dan farmasi, serta perdagangan besar dan eceran, sehingga mendorong ?????investasi. "Kondisi yang membaik itu tercermin dari peningkatan investasi di sektor itu pada tahun 2021," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Soekowardojo di Medan, Minggu (18/4/2021). Meski tidak menjelaskan secara rinci besaran investasi pada masing-masing sektor tersebut, dia menyebutkan bahwa di sektor industri karet ada investasi rutin seperti perawatan mesin dan adanya peningkatan keuntungan dari harga jual yang lebih baik. Sedangkan, di sektor kimia dan farmasi didorong pembelian alat penunjang transportasi dan ekspedisi. "Yang pasti kinerja sektor industri karet, kimia dan farmasi, industri makanan dan minuman, serta perdagangan besar dan eceran, tren meningkat dibandingkan sektor lainnya," kata Soekowardojo, seperti dilansir Antara. Sementara itu, untuk sektor konstruksi belum terlihat pemulihan karena Proyek Strategis Nasional (PSN) di tahun 2021 lebih sedikit dibandingkan tahun 2020, termasuk serapan anggaran yang masih sangat terbatas pada kuartal pertama. Ia menambahkan, dengan membaiknya investasi di beberapa sektor diharapkan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) 2021 akan meningkat dibanding tahun lalu. Sebagai informasi, nilai investasi di Sumut pada 2020 masing-masing sebesar Rp18,189 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar 974,8 juta dolar AS.