JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026. Setelah mengalami tekanan dalam dua hari sebelumnya, harga perak kini kembali menguat di pasar domestik. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga perak Antam hari ini tercatat naik Rp 600 menjadi Rp 54.500 per gram. Kenaikan ini mengembalikan harga perak ke level awal pekan. Sebelumnya, pada Selasa (3/2/2026), harga perak Antam sempat anjlok Rp 600 dan berada di posisi Rp 53.900 per gram. Penurunan tersebut menjadi koreksi tajam setelah tren fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, pada perdagangan Senin (2/2/2026), harga perak Antam juga mengalami pelemahan sebesar Rp 250, sehingga diperdagangkan di level Rp 54.500 per gram. Pergerakan harga tersebut menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi di awal Februari. Untuk produk perak batangan ukuran besar, Antam menetapkan harga dasar perak murni dengan bobot 250 gram sebesar Rp 14.025.000. Dengan tambahan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen, harga yang harus dibayar konsumen menjadi Rp 15.567.750. Adapun perak Antam dengan berat 500 gram dipatok pada harga dasar Rp 27.250.000. Jika sudah termasuk PPN 11 persen, maka total harga pembelian mencapai Rp 30.247.500. Selain produk reguler, Antam juga menawarkan seri perak Heritage yang memiliki desain khusus. Untuk perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram, harga hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.242.771. Setelah dikenakan PPN 11 persen, harga jualnya berada di kisaran Rp 2.489.476. Sementara itu, perak Antam Heritage dengan bobot 186,6 gram dibanderol Rp 12.334.996. Harga tersebut belum termasuk pajak. Dengan PPN 11 persen, nilai transaksinya menjadi Rp 13.691.846. Kenaikan harga perak domestik ini sejalan dengan pergerakan positif harga perak di pasar global. Pada Rabu, 4 Februari 2026, harga perak dunia tercatat kembali menguat. Mengacu pada data dari laman Kitco, harga perak internasional hari ini bergerak naik dan berada di kisaran US$ 84,35 per troy ons. Penguatan harga global ini turut menjadi sentimen positif bagi pasar perak di dalam negeri. Analis menilai, pergerakan harga perak masih dipengaruhi oleh dinamika pasar global, termasuk pergerakan dolar AS, inflasi, serta permintaan logam mulia sebagai aset lindung nilai. Kondisi tersebut membuat harga perak rentan mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Dengan tren yang kembali menguat, harga perak Antam berpotensi tetap menjadi perhatian investor dan kolektor logam mulia. Namun, pelaku pasar tetap disarankan mencermati pergerakan harga global dan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi nilai perak ke depan. Sumber: Logam Mulia Antam, investor.id