Tidak ada perancang yang mampu menggambar lengkung itu. Sebuah garis yang ditarik dari ketulusan, dibangun tanpa batu bata, tanpa pilar-pilar penyangga, namun cukup kokoh untuk meruntuhkan kesedihan. Tawamu adalah arsitektur yang paling kuno, lebih megah dari gapura candi-candi di tanah Trowulan, lebih presisi dari hitungan bintang di langit malam. Di kedua sudut bibirmu, aku menemukan tempat berlindung. Sebuah ruang di mana segala bising dunia berhenti di ambang pintu. Kau tersenyum, dan aku tahu, aku telah tiba di rumah.