JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Air keran yang keluar kecil atau menyemprot ke samping umumnya disebabkan kerak kapur yang menyumbat aerator di ujung keran rumah tangga. Masalah ini kerap muncul di rumah dengan air sadah, sebab kandungan kapur mengendap perlahan pada lubang-lubang halus saringan keran. Pembersihannya cukup memakai cuka putih, air perasan lemon, atau asam sitrun, ditambah sikat gigi bekas, tang, dan kain pelindung. Aerator Keran Dilepas dan Direndam Cuka Putih 30 Menit hingga Satu Jam Ujung keran diputar berlawanan arah jarum jam, dan jika terlalu kencang, bungkus dengan kain sebelum dibantu tang agar tidak tergores. Saringan kecil, karet, dan pelat berlubang di dalamnya kemudian dikeluarkan, dengan urutan susunan dicatat agar tidak keliru ketika dipasang kembali. Seluruh komponen direndam dalam cuka putih selama 30 menit hingga satu jam, atau semalaman bila kerak yang menempel sudah sangat tebal. Sisa kerak lalu disikat dengan sikat gigi bekas, sedangkan lubang yang masih buntu dapat dicolok pelan memakai jarum atau tusuk gigi. Sebelum aerator dipasang kembali dan setelah dibilas bersih, keran sebaiknya dinyalakan sebentar untuk membuang kotoran yang masih tersisa di dalam pipa. Aerator Macet? Kantong Plastik Berisi Cuka Jadi Jalan Keluarnya Kantong plastik diisi cuka secukupnya, dipasang hingga ujung keran terendam, kemudian diikat dengan karet atau tali agar tidak lepas. Rendaman dibiarkan satu sampai dua jam, bahkan lebih lama untuk kerak tebal, sebelum kantong dilepas, ujung keran disikat, dan air dialirkan untuk membilas. Keran Krom dan Emas Tak Boleh Direndam Cuka Lebih dari Dua Jam Keran berlapis krom atau emas tidak boleh direndam cuka lebih dari satu sampai dua jam karena lapisannya dapat rusak. Cairan pembersih kloset berbahan asam kuat sebaiknya dihindari karena dapat merusak keran beserta komponen karet yang terpasang di dalamnya. Pembersihan rutin tiap dua sampai tiga bulan, terutama di rumah berair sadah, dapat mencegah kerak menumpuk kembali di aerator.