JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Filmnya yang berjudul Blitz didasarkan pada penelitian mendalam dan peristiwa nyata, ungkap sutradara asal Inggris yang juga menyutradarai 12 Years a Slave dan Hunger dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Saat melakukan penelitian untuk proyek lain, dia menemukan foto anak laki-laki tersebut di stasiun kereta - salah satu dari ratusan ribu anak-anak Inggris yang dievakuasi dari kota-kota selama Perang Dunia Kedua. Film ini dibintangi oleh Saoirse Ronan sebagai Rita, seorang warga London yang mengirim putranya George, diperankan oleh pendatang baru Elliott Heffernan, ke pedesaan demi keselamatan selama perang. Namun George bertekad untuk pulang ke rumah meskipun ada bahaya yang menghadang. Banyak karakter dan peristiwa yang ditemui George didasarkan pada penelitian ekstensif dan didokumentasikan oleh penulis Joshua Levine, yang bergabung dengan proyek tersebut sebagai penasihat sejarah, kata McQueen. "Saya berpikir, 'Anda harus melakukannya dengan benar'," kata McQueen. "Faktanya, penelitian tersebut mendorong dan mengilhami saya untuk mengikuti cerita dan pengembaraan George di London saat itu. Itu mengasyikkan karena Anda menemukan semua karakter ini, semua fakta ini, yang sayangnya tidak diketahui kebanyakan orang, dan Anda ingin menayangkannya di layar." Blitz - dari kata Jerman Blitzkrieg, atau 'perang kilat' - berlangsung dari September 1940 hingga Mei 1941. Bagi masyarakat Inggris, ini memunculkan gambaran tentang warga London yang berlindung di tempat penampungan bawah tanah dan berjuang memadamkan api serta menyelamatkan orang-orang dari reruntuhan. McQueen mengatakan bahwa melalui penelitiannya, ia menemukan London yang beragam dan "cukup kosmopolitan." "Ada komunitas Tionghoa yang besar dan kehadiran warga kulit hitam. Ada segala macam keberagaman di London. Saya tidak mencoba memaksakan narasi tertentu. Itu hanyalah apa yang saya temukan dalam keseharian London," katanya.