JAKARTA, NETRANEWS.COM – Demam adalah salah satu gejala khas pada infeksi, bisa terjadi akut maupun kronis. Meskipun dalam kondisi lain yang bukan infeksi seperti kanker dan autoimun, demam juga bisa terjadi dalam jangka panjang atau kambuh-kambuhan. Demam adalah mekanisme sistem imun tubuh dalam melawan kuman atau benda asing. Di satu titik, kondisi demam yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan pusing, badan sakit-sakit, tidak nafsu makan dan dehidrasi. “Akhirnya, menganggu proses penyembuhan itu sendiri. Jadi demam juga harus diatasi selain mengobati penyebabnya,” ujar Internist dan Edukator Kesehatan dr RA Adaninggar SpPD, dikutip dari infografis yang dia bagikan, Senin (24/1/2022). Apabila alami demam akut di musim hujan dan banjir, ketahui ini 8 penyakit yang kemungkinan bisa terjadi: Covid-19 Di era pandemi ini, bila Anda alami demam akut 1-3 hari tetap pikirkan yang pertama adalah Covid-19, pasalnya Covid-19 sangat mudah menular. Apabila Anda kuat, tetapi belum tentu orang lain kuat. Gejala Covid-19 mirip dengan gejala flu akibat virus lain. Diantaranya demam, mulai dari meriang hingga demam tinggi. Bisa juga nyeri tenggorokan, batuk, pilek, hidung meler, nyeri kepala, nyeri otot, sesak napas, mual, muntah, diare, lemas dan juga lelah “Pantau selalu gejala, suhu badan, tensi, dan saturasi oksigen. Bila ada perburukan, jangan ragu segera ke rumah sakit,”pesan dr Ning. Demam Berdarah Penyakit ini juga sangat berbahaya karena belum ada obatnya. Demam berdarah ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Pada musim hujan, sering banyak habitat nyamuk yakni genangan air. Gejala khas dari demam berdarah adalah demam biasanya tinggi, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, nyeri otot. Selain itu mual, muntah, nyeri perut, lemas, dan lelah. Bisa terjadi perdarahan, mulai dari bintik-bintik merah di kulit, mimisan, muntah dan Buang Air Besar (BAB) darah, serta trombosit turun. “Kondisi kritis demam berdarah terjadi di hari ke-lima atau lebih, dimana terjadi syok dan perdarahan yang berat. Pasien bisa meninggak karena tensi terus turun,” ujar dr Ning. Leptospirosis Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan lewat air yang terkontaminasi dengan kencing tikus. Bisa menyebabkan kerusakan akut liver dan ginjal, hingga sebabkan kematian bila terlambat didiagnosis dan diobati. Gejala khasnya juga beragam, mulai dari demam tinggi, nyeri tenggorokan, nyeri kepala dan nyeri otot terutama pada betis dan punggung. Selain itu bisa mual, muntah, nyeri perut, lemas, lelah dan pendarahan dengan bintik merah di kulit, mimisan, muntah darah dan BAB darah. Gejala lain yakni trombosit yang turun. Pada kondisi berat, muncul kuning karena kerusakan liver akut, serta gangguan ginjal. “Mirip dengan demam berdarah, tetapi ada gambaran infeksi bakteri dari pemeriksaan darah, selain itu bisa dibedakan juga dari pemeriksaan serologi. Lebih baik dirawat di rumah sakit untuk mendapat antibiotik yang tepat,” pesan dr Ning. Demam Tifoid Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang usus halus, ditularkan dari makanan atau air yang tidak matang dan terkontaminasi bakteri Salmonella. Gejalanya berupa demam, biasanya diawali meriang dan suhu badan yang semakin naik setiap hari. Biasanya sering tinggi pada sore hingga malam hari. Selain itu nyeri kepala dan otot, mual, muntah, nyeri perut, diare, konstipasi, lemas dan lelah. Pada kondisi berat, bisa sampai penurunan kesadaran, kejang, pendarahan dan robek usus. “Hati-hati pemeriksaan widal jika hanya satu kali tidak bisa memastikan diagnosis, karena sebagian bersar masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap tifoid. Pemeriksaan widal harus dilakukan 2x jeda 5-7 hari untuk melihat kenaikan titer antibodi >4x untuk mendukung diagnosis,” jelas dr Ning. Influenza Flu adalah penyakit yang paling banyak terjadi terutama di musi, hujan karena biasanya bersamaan dengan banyak kambuhnya alergi dan daya tahan tubuh yang menurun saat cuaca dingin. Gejalanya mirip dengan gejala flu akibat virus lain. Diantaranya adalah demam, mulaid ari meriang hingga demam tinggi, nyeri tenggorokan, batuk, pilak dan hidung meler. Selain itu nyeri kepala, nyeri otot, sesak napas, mual, muntah, diare, lemas, dan lelah. “Influenza penyebabnya adalah virus, bila gejala ringan tetap fokus istirahat, nutrisi dan asupan cairan. Untuk virus influenza sudaha da obat dan anti virusnya bila perlu,” ujar dr Ning. Diare Diare adalah penyakit saluran cerna yang bisa disebabkan oleh infeksi maupun non infeksi. Terkait dengan penurunan daya tahan tubuh, diare akibat infeksi juga sering terjadi terutama bila amakn atau mium yang tidak matang dan terkontaminasi. Gejalanya demam, nyeri kepala dan nyeri otot, mual, muntah, nyeri perut, diare dengan volume banyak atau sedikit, dengan darah dan lendir. Gejala lain bisa lemas dan lelah. “Segera bawa ke rumah sakit bila disertai dengan mual, muntah hebat dan diare, hingga ada tanda dehidrasi. Diantaranya kencing berkurang, penurunan kesadaran, mulut kering dan haus,” ujar dr Ning. Malaria Penyakit Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles. Sedangkan Chikungunya, disebabkan oleh virus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes. “Pada musim hujan, sering banyak habitat nyamuk yakni genangan air. Malaria harus tetap diwaspadai di daerah endemis, karena juga bisa sebabkan kematian,” ujar dr Ning. Gejala khas malaria yakni demam dengan pola tertentu, biasanya setiap 3 hari atau empat hari. Demam dan mengigil, bisa berkeringat, nyeri kepala dan otot. Selain itu mual, muntah, nyeri perut, lemas dan lelah. Pada malaria yang berat, bisa juga terjadi pemecahan sel darah merah, kuning, hingga penyumbatan pembuluh darah di organ-organ vital. Chikungunya Chikungunya, yakni gejala khas demam yang disertai nyeri yang hebat pada sendi atau tulang. Keadaan itu sampai bsia menganggu kualitas hidup. “Chikungunya bisa sembuh sendiri kira-kira dalam satu minggu, namun kadang nyeri sendi dan tulangnya bertahan pada beberapa lama,” ujar dr Ning.