JAKARTA, NETRALNEWS.COM — Tom Cruise tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap film terbarunya, Digger, meski film tersebut diprediksi mencatat debut yang kurang menggembirakan di box office Amerika Utara. Melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (3/10/2026), Cruise menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemain dan kru yang terlibat dalam produksi film tersebut. “Digger resmi tayang di bioskop dan saya sangat merasa terhormat telah memiliki kesempatan untuk membuat film ini bersama para seniman yang sangat berbakat. Terima kasih kepada seluruh pemain dan kru atas dedikasi, kerja keras, dan kegembiraan kalian. Pengalaman ini benar-benar tak terlupakan dan saya sangat bangga dengan karya yang telah kami ciptakan,” tulis Cruise. Film yang disutradarai Alejandro G. Iñárritu tersebut mengangkat kisah seorang taipan minyak egois yang menjadi penyebab terjadinya bencana alam. Cruise tampil dengan perubahan penampilan yang cukup drastis sebagai karakter tersebut, termasuk menggunakan tampilan kepala botak dan tubuh yang terlihat lebih gemuk. Menurut The Hollywood Reporter, Digger diperkirakan hanya mampu meraup sekitar 8 juta dolar AS atau sekitar Rp143 miliar selama akhir pekan pembukaannya. Angka tersebut menjadi sorotan karena film tersebut memiliki biaya produksi sekitar 125 juta dolar AS atau setara Rp2,236 triliun. Tayang di Ribuan Bioskop Warner Bros. mulai menayangkan Digger di Amerika Utara pada Jumat (2/10/2026). Film tersebut dirilis di sekitar 3.300 bioskop. Studio menempatkan Digger sebagai proyek ambisius sekaligus langkah kreatif besar bagi Cruise dan Iñárritu. Film tersebut juga diharapkan dapat masuk dalam persaingan penghargaan. Namun, respons awal dari penonton dan kritikus menunjukkan tantangan yang cukup berat. Film ini mendapatkan nilai CinemaScore C+ dari penonton. Sementara itu, tingkat persetujuan kritikus di Rotten Tomatoes berada di angka 51 persen. Di tengah performa tersebut, film thriller Verity produksi Amazon MGM Studios justru diperkirakan memimpin box office domestik. Film yang dibintangi Anne Hathaway dan diadaptasi dari novel karya Colleen Hoover itu diproyeksikan meraup sekitar 33 juta dolar AS atau sekitar Rp590,3 miliar pada akhir pekan pembukaannya. Kembali ke Film Nonwaralaba Kehadiran Cruise dalam Digger juga menandai keinginannya untuk kembali mengeksplorasi film yang lebih berorientasi pada sutradara, setelah selama bertahun-tahun dikenal melalui film-film aksi berskala besar dan berbasis waralaba. Pilihan tersebut mengingatkan pada sejumlah karya dalam fase awal kariernya, seperti Rain Man, Born on the Fourth of July, dan Magnolia. Meski demikian, Cruise tidak sepenuhnya meninggalkan film aksi. Ia dijadwalkan kembali ke genre tersebut melalui Days of Thunder 2, yang akan segera memasuki tahap produksi. Jika proyeksi box office Digger bertahan, film tersebut berpotensi mencatat debut akhir pekan terendah Cruise sejak Lions for Lambs pada 2007. Film drama perang tersebut membuka debut dengan pendapatan sekitar 6,7 juta dolar AS atau sekitar Rp119,8 miliar. Namun, biaya produksi Lions for Lambs ketika itu jauh lebih rendah dibandingkan Digger. Cruise Bicara soal Perjalanan Karier Dalam sesi percakapan di atas panggung setelah pemutaran perdana Digger di Los Angeles pada awal pekan ini, Cruise juga berbicara mengenai perjuangannya membangun karier dan mempertahankan keberhasilan di industri perfilman. Ia mengaku selalu berharap sebuah film dapat meraih kesuksesan sehingga dirinya mendapat kesempatan untuk kembali membuat karya berikutnya. “Harapan saya selalu agar film-film tersebut cukup sukses sehingga saya memiliki kesempatan untuk melakukannya lagi,” kata Cruise. Menurut Cruise, kesuksesan dalam industri film membutuhkan kerja keras dan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis diperoleh seorang aktor. “Orang-orang ingin melihat hal-hal yang nyata. Dalam karier ini, kita harus bekerja keras untuk mencapainya. Itu tidak pernah diberikan begitu saja kepada kita. Saya ingin Anda tahu itu,” tambahnya.