JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Keramik dinding kamar mandi yang tampak kusam umumnya disebabkan kerak air sadah, sisa sabun, dan jamur yang menumpuk di permukaannya. Penyebab tersebut menentukan metode pembersihan, sehingga pemilik rumah disarankan mencoba bahan paling ringan terlebih dahulu sebelum beralih ke cairan yang lebih keras. Cuka putih, baking soda, jeruk nipis, hingga pembersih khusus keramik menjadi pilihan yang bisa disesuaikan dengan tingkat kekusaman dinding. Cuka Putih dan Baking Soda untuk Kerak Ringan hingga Noda Membandel Campuran cuka putih dan air dengan perbandingan satu banding satu dapat disemprotkan ke dinding, lalu didiamkan selama 10 sampai 15 menit. Setelah itu, permukaan digosok memakai spons lembut atau sikat, dibilas air bersih, dan dilap sampai kering agar kerak sabun terangkat sempurna. Untuk noda yang lebih membandel, pasta dari baking soda dan sedikit air dioleskan pada bagian kuning, lalu didiamkan 15 hingga 20 menit. Gosokan sikat gigi bekas atau spons kemudian dilanjutkan dengan pembilasan menyeluruh, dan pasta serupa juga bisa dipakai membersihkan nat di sela keramik. Jeruk Nipis dan Cairan Pembersih Khusus untuk Kerak Tebal Perasan jeruk nipis yang dicampur sedikit garam bisa digosokkan ke keramik untuk menghilangkan noda kuning ringan sekaligus meninggalkan aroma segar. Kerak tebal yang sudah lama mengendap lebih efektif ditangani pembersih keramik dari toko bangunan atau supermarket, dengan sarung tangan dan ventilasi memadai. Larutan Pemutih Satu Banding Lima hingga 10 Atasi Bercak Hitam Jamur Bercak hitam akibat jamur dapat diatasi dengan larutan pemutih, yakni satu bagian pemutih dicampur lima sampai 10 bagian air. Larutan dioleskan, didiamkan lima hingga 10 menit, disikat, dibilas air banyak, dan jangan dicampur cuka karena menghasilkan gas klorin berbahaya. Wiper Kaca dan Exhaust Fan Cegah Keramik Cepat Kusam Lagi Dinding sebaiknya dikeringkan dengan wiper kaca atau kain microfiber setelah mandi, dan disemprot larutan cuka-air seminggu sekali agar kerak tidak menumpuk. Sirkulasi udara lewat ventilasi atau exhaust fan juga perlu dijaga supaya ruangan tidak lembap, sehingga jamur lebih sulit tumbuh di dinding. Spons kawat dan sikat kasar sebaiknya dihindari pada keramik glossy karena menggores, sementara cuka terlalu sering berpotensi merusak nat berbahan semen. Bila kusam bertahan setelah semua cara dicoba, lapisan glasir kemungkinan telah aus dan keramik perlu dipoles atau dilapisi ulang dengan produk khusus.