JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Keluhan flashdisk yang terkena air saat kehujanan kembali ramai dibahas masyarakat pada Mei 2026. Kondisi ini sering terjadi ketika perangkat penyimpanan data kecil tersebut tidak sengaja terkena hujan atau basah akibat penyimpanan yang kurang terlindungi. Masalah utama muncul ketika air masuk ke bagian port dan komponen internal flashdisk, yang dapat menyebabkan gangguan pembacaan data atau bahkan kerusakan sementara pada perangkat. Dalam sejumlah pembahasan perawatan darurat perangkat elektronik berbasis kearifan lokal, beras sering digunakan sebagai bahan penyerap kelembapan alami karena sifatnya yang higroskopis atau mampu menarik uap air di sekitarnya. Cara penggunaannya dilakukan dengan mengeringkan permukaan flashdisk terlebih dahulu menggunakan kain kering, lalu menanamnya ke dalam wadah berisi beras kering hingga seluruh bagian tertutup. Perangkat kemudian didiamkan semalaman agar beras dapat menyerap sisa kelembapan yang masih tersisa di dalam celah-celah kecil perangkat. Setelah proses tersebut, flashdisk diangkat dan dibersihkan kembali sebelum dicoba digunakan pada perangkat komputer. Metode ini banyak digunakan sebagai langkah darurat karena bahan mudah ditemukan di rumah dan tidak memerlukan peralatan khusus. Namun demikian, efektivitas metode ini tergantung pada tingkat paparan air. Jika kerusakan sudah terjadi pada komponen internal, metode ini tidak selalu dapat memulihkan fungsi perangkat. Pada Mei 2026, meningkatnya aktivitas digital masyarakat membuat perhatian terhadap perawatan perangkat penyimpanan data kecil seperti flashdisk kembali menjadi topik yang sering dibahas. Selain itu, penggunaan pelindung atau casing tahan air menjadi langkah pencegahan yang lebih disarankan untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari.