MELBOURNE - Tim ilmuwan di Australia menemukan sebuah gen penting yang memungkinkan bakteri usus berbahaya bertahan hidup meskipun telah terpapar disinfektan standar yang biasa digunakan di rumah sakit untuk membasmi bakteri tersebut. Temuan terbaru itu menunjukkan bahwa bakteri Clostridioides difficile telah memperoleh gen tertentu yang membuat spora dormannya memiliki ketahanan terhadap antibiotik maupun berbagai produk pembersih. Hasil penelitian tersebut diumumkan melalui pernyataan Universitas Monash Australia pada Rabu (30/9). Menurut studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, spora bakteri tersebut mampu bertahan dalam kondisi dorman dalam jangka waktu tertentu sebelum kembali aktif ketika berada di lingkungan yang mendukung, seperti usus manusia. Kemampuan tersebut menimbulkan risiko tersendiri di lingkungan rumah sakit karena bakteri Clostridioides difficile dapat menyebabkan diare yang berpotensi berakibat fatal pada pasien. Dalam penelitian itu, para ilmuwan menemukan bahwa gen yang berkaitan dengan resistansi antibiotik tersebut menghasilkan protein yang menggantikan protein utama pembentuk spora. Perubahan itu memungkinkan bakteri menghasilkan spora yang lebih kuat dan tahan terhadap disinfektan standar rumah sakit maupun suhu pencucian yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi membuat infeksi semakin sulit dikendalikan serta dapat mendukung penyebaran galur bakteri yang memiliki tingkat resistansi lebih tinggi. Saat ini, para peneliti tengah melanjutkan kajian untuk menemukan metode yang dapat menargetkan spora bakteri tersebut sekaligus mengatasi bentuk baru resistansi antibiotik yang teridentifikasi dalam penelitian tersebut.