JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Agensi yang menaungi girl group populer IVE, yaitu Starship Entertainment, sedang menghadapi kontroversi serius. Agensi tersebut dituduh menggunakan kekuatan besarnya untuk mengintimidasi sebuah usaha kecil dalam sengketa pendaftaran merek dagang. Masalah ini muncul terkait penggunaan nama untuk barang-barang kulit (leather goods). Starship Entertainment diketahui telah mengajukan pendaftaran merek dagang untuk berbagai barang, termasuk yang berhubungan dengan produk kulit, sebagai bagian dari kegiatan bisnis dan merchandise mereka. Sebuah usaha kecil yang bergerak di bidang pembuatan barang-barang kulit mengklaim bahwa mereka telah menggunakan nama merek tertentu untuk produk mereka sejak lama. Namun, ketika mereka mencoba mendaftarkan merek dagang tersebut secara resmi, mereka mendapati bahwa Starship Entertainment telah mengajukan pendaftaran untuk nama yang sama atau sangat mirip. Situasi ini memicu perselisihan hukum. Usaha kecil tersebut merasa bahwa tindakan Starship Entertainment, sebuah perusahaan besar dengan sumber daya hukum yang melimpah, merupakan upaya untuk mengambil alih merek dagang yang sudah mereka gunakan. Mereka menuduh agensi itu mencoba "mengintimidasi" bisnis kecil demi kepentingan komersial mereka yang luas. Kasus ini dengan cepat menarik perhatian publik. Banyak netizen yang mengecam tindakan Starship Entertainment. Mereka berpendapat bahwa perusahaan besar seharusnya menunjukkan etika bisnis yang baik dan mendukung, bukan menghambat, pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Meskipun Starship Entertainment mungkin berdalih bahwa pengajuan merek dagang tersebut adalah prosedur bisnis standar untuk melindungi intellectual property mereka, publik melihat ini sebagai pertarungan yang tidak adil. Kritik yang muncul berfokus pada kekuatan dan sumber daya yang tidak seimbang antara kedua pihak yang bersengketa. Hingga saat ini, sengketa pendaftaran merek dagang ini masih dalam proses hukum. Hasil dari kasus ini akan sangat menentukan bagaimana perusahaan besar, terutama di industri hiburan, berinteraksi dan bersaing dengan bisnis-bisnis kecil terkait penggunaan merek dagang.