JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kerak putih keras pada kaca akuarium berasal dari endapan kalsium karbonat air sadah dan umumnya muncul di garis permukaan air. Cara paling aman adalah membasahi kain dengan cuka putih, menempelkannya pada kerak, lalu mendiamkannya selama 15 hingga 30 menit. Setelah didiamkan, permukaan kaca digosok perlahan memakai spons non-scratch atau kain mikrofiber, kemudian dilap bersih dengan kain basah. Kerak Tebal Wajib Dibasahi Ulang Cuka Sampai Lepas Untuk kerak tebal, kain cuka dibiarkan lebih lama dan terus dibasahi agar tidak mengering, sebelum proses pembersihan diulang bila perlu. Alternatif lain berupa pasta soda kue, yaitu campuran baking soda dengan sedikit air, yang dioleskan lalu digosok pelan pada kerak ringan. Perasan lemon maupun larutan asam sitrat dapat menggantikan cuka dan dipakai dengan cara serupa pada endapan kapur tersebut. Silet Kaca Dipakai pada Sudut 30 Derajat, Haram untuk Akrilik Kerak yang sangat keras dikerik memakai silet baru atau scraper akuarium pada sudut sekitar 30 derajat setelah kaca dibasahi terlebih dahulu. Gerakan dilakukan satu arah tanpa tekanan berlebih, dan cara ini hanya cocok untuk akuarium kaca karena akrilik pasti tergores. Sabun, Detergen, dan Pembersih Kimia Dilarang Menyentuh Sisi Dalam Akuarium Sabun, detergen, dan pembersih kaca tidak boleh dipakai di sisi dalam karena sisa residunya dapat membahayakan ikan yang hidup di dalamnya. Sebagian air dikuras lebih dulu agar garis kerak terbuka, ikan dipindahkan bila perlu, dan cuka dijaga supaya tidak jatuh ke air. Kaca kemudian dibilas dengan air bersih, sebaiknya yang sudah dinetralisir kaporitnya, dan dilap hingga bau cuka hilang sepenuhnya. Lap Rutin dan Air RO untuk Top-Up Cegah Kerak Kembali Menempel Bagian atas kaca sebaiknya dilap secara rutin sebelum mengerak, sementara permukaan air dijaga stabil dan diisi ulang berkala. Di wilayah dengan air sangat sadah, pengisian ulang bisa memakai air saring atau campuran air RO, plus tutup akuarium untuk menekan percikan.