JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terungkap, kronologi miliarder, Angela Chao meninggal dunia di dalam kendaraan canggih Tesla yang dia kendarai sendiri. Selain dikenal sebagai miliarder, Angela Chao juga dikenal sebagai kepala eksekutif sebuah perusahaan pelayaran dan bagian dari keluarga terkemuka dalam politik Amerika. Secara hukum, dia dinyatakan alami mabuk ketika berkendara. Dia dan Tesla masuk ke sebuah kolam di Texas dan meninggal bulan lalu, menurut laporan polisi yang dirilis baru-baru ini. Laporan tersebut dirilis oleh Kantor Sheriff Blanco County, menggambarkan pemandangan mengerikan pada malam 10 Februari ketika teman-teman dan deputi berusaha keras untuk menarik Chao dari Tesla-nya, seperti dilansir dari laman The New York Times, Jumat (22/3/2024). Sebelumnya pada malam itu, Chao (50 tahun), makan malam bersama sekelompok temannya di penginapan tamu di sebuah peternakan, kata laporan itu. Sekitar pukul 23.30, para tamu mulai kembali ke kamar tidur atau ke rumah masing-masing. Chao kemudian masuk ke mobil Tesla-nya dan masuk ke dalam kolam, kata laporan itu. Seorang teman memberi tahu penyelidik bahwa Chao meneleponnya pada pukul 23.42 untuk memberitahunya bahwa mobilnya ada di dalam kolam dan dia tidak bisa keluar dari sana. Air naik, dan Chao berkata “dia akan mati dan berkata ‘Aku mencintaimu,’ sebelum Tesla tenggelam, kata laporan itu. Percakapan berlangsung sekitar delapan menit. Temannya kemudian naik kayak dan mendayung menuju Tesla, sementara teman lainnya masuk ke dalam air, berenang ke kendaraan dan naik ke atasnya, mencoba menemukan Chao, kata laporan itu. Teman ketiga menghubungi 911 pada pukul 23.55. dan tetap menelepon selama 11 menit, kata laporan itu. Ketika petugas penegak hukum dan petugas pemadam kebakaran tiba, mereka masuk ke dalam air kolam yang dingin dan mencoba memasuki mobil, kata laporan itu. Jendela pintu pengemudi pecah, dan seorang deputi masuk ke dalam air dan mulai meraba-raba mobil sampai dia menemukan Chao. Jenazahnya dibawa ke darat, namun petugas medis darurat tidak bisa mendapatkan kembali denyut nadinya dan Chao dinyatakan meninggal pada pukul 1:40 pagi pada tanggal 11 Februari. Laporan tersebut mengatakan bahwa tes toksikologi menemukan alkohol dalam darah. Tingkat konsentrasinya 0,233 gram per 100 mililiter, di atas batas legal di Texas sebesar 0,08 gram per 100 mililiter. Juru bicara ayah Chao, James S.C. Chao, dan keluarga Chao mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kematian Chao “adalah tragedi yang mengerikan, dan kata-kata tidak dapat menggambarkan kesedihan mendalam keluarga tersebut.” “Keluarga berterima kasih kepada petugas pertolongan pertama dan teman-teman yang berusaha keras menyelamatkannya,” kata pernyataan itu. Chao sejak tahun 2018 menjadi ketua dan kepala eksekutif grup terkemuka keluarga. Dia adalah saudara perempuan Elaine Chao, yang menjabat sebagai menteri transportasi di bawah mantan Presiden Donald J. Trump, serta menteri tenaga kerja di bawah Presiden George W. Bush.