JAKARTA, NETRALNEWS.COM- Jada Pinkett Smith kembali menjadi sorotan setelah seorang mantan rekan dekat Will Smith, Bilaal Salaam, mengajukan gugatan perdata yang berisi tuduhan serius. Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan Los Angeles pada 7 November, Salaam menuduh Jada mengancam dirinya dan melakukan kampanye fitnah yang merusak hidupnya. Salaam, yang mengklaim telah menjadi “sahabat terbaik” Will Smith selama empat dekade, menyebut bahwa insiden inti terjadi pada 2021. Dalam sebuah pesta ulang tahun pribadi Will di Calabasas, Jada Pinkett Smith diduga mengkonfrontasinya dan memperingatkan bahwa jika ia terus “membocorkan urusan pribadi” Jada, maka ia bisa “menghilang atau kena peluru.” Jada juga disebut memaksanya menandatangani perjanjian NDA sebagai bentuk tekanan. Menurut gugatan itu, Jada tidak sendirian. Ia diduga didampingi sekitar tujuh orang dari lingkar dalamnya, dan salah satu dari mereka bahkan mengikuti Salaam hingga ke mobil sambil terus mengeluarkan ancaman verbal. Dalam gugatan tersebut, Salaam juga menyinggung kembali insiden Oscar 2022 ketika Will Smith menampar Chris Rock. Ia mengklaim sempat diminta oleh aktor Duane Martin untuk membantu mengelola krisis citra Will, namun ia menolak karena tidak ingin terlibat dalam hal yang dianggapnya manipulatif. Setelah penolakan itu, Martin disebut memperingatkan bahwa Jada akan membuat hidupnya sulit. Situasi makin memanas ketika Salaam menyatakan telah menyaksikan hubungan seksual antara Will Smith dan Duane Martin, klaim yang dibantah keras oleh pasangan Smith. Setelah itu, menurut Salaam, Jada mulai menjalankan kampanye untuk merusak reputasinya, termasuk melalui pernyataan di podcast The Breakfast Club dan komentar yang dibuatnya kepada TMZ. Meski Jada menyebut sedang menyiapkan gugatan balik, menurut Salaam tidak pernah ada proses hukum yang benar-benar berjalan. Salaam menegaskan bahwa tindakan intimidasi dan usaha membungkam dirinya dilakukan berulang kali. Ia menuduh Jada dan orang-orang di sekitarnya berusaha menyuap, mengancam, hingga merusak citranya ketika mereka mengetahui ia tengah menulis buku memoar yang bersifat “whistleblower.” Akibat semua itu, Salaam mengaku mengalami kehancuran reputasi, gangguan emosional, kerugian finansial, hingga jalan hidup dan kariernya yang sepenuhnya terhenti. Ia kini menuntut setidaknya 3 juta dolar AS dalam kerugian khusus, ditambah ganti rugi umum, hukuman, serta permintaan maaf publik dari Jada Pinkett Smith. Pihak Will Smith maupun Jada Pinkett Smith belum memberikan komentar resmi terkait gugatan ini.